Medan
(harianSIB.com)Ribuan
mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (29/8/2015) di depan gedung
DPRD Medan. Mereka menyatakan sikap kritis terhadap kondisi lembaga legislatif daerah, khususnya DPRD Kota Medan.
Saat ini massa Cipayung plus menyoroti sorotan publik berbagai dugaan pelanggaran etik, korupsi, pemborosan anggaran hingga pengkhianatan terhadap amanah rakyat.
Dasar aksi yang mereka angkat adalah, mandeknya pengesahan RUU perampasan aset dan RUU Masyarakat Adat, tindakan refresif aparat keamanan terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa yang terjadi belakangan ini di Medan. Kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sulit dan kesejahteraan guru honorer yang masih jauh dari layak.
Untuk itu, Cipayung plus mendesak transparansi dan akuntabilitas penuh DPRD Kota Medan dalam penggunaan anggaran daerah. Menuntut penghentian kegiatan
perjalanan dinas yang diduga hanya modus memperkaya diri dan kelompok.
Kemudian massa meminta segera ditingkatkan kesejahteraan guru honorer baik gaji, status dan perlindungan kerja.(**)