Medan
(harianSIB.com)Ribuan umat
Buddha memadati Regale International Convention Centre Medan untuk mengikuti
Dhamma Talk bersama Y.M Passang Rinpoche, Sabtu (30/8/2025) malam. Acara bertema "Lika-Liku Luka Keluarga" ini, dikemas dengan ritual Chautu dan Yenkung, diselenggarakan
Flourishing Festival dengan dukungan
Flourishing Buddhist Center (FBC) Medan serta
Umat Buddha Nusantara.
Dalam pembabaran Dhamma, Y.M Passang Rinpoche menekankan pentingnya mengendalikan pikiran dan ucapan dalam kehidupan keluarga. Menurutnya, konflik, kekecewaan, hingga luka batin merupakan hal yang sulit dihindari. Namun, semua itu dapat diatasi dengan sikap saling menghormati.
"Buddha dan bodhisattva ada di dalam hati kita masing-masing, selalu mengajarkan dengan cinta kasih. Untuk menghindari konflik, baik antara suami-istri, orang tua-anak, maupun antar anggota keluarga lainnya, yang utama adalah saling menghormati," ujar Rinpoche, melalui siaran pers yang diterima harianSIB.com, Selasa (2/9/2025).
Ia menambahkan, ajaran Buddha Dharma sesungguhnya adalah tentang penghormatan, kesadaran penuh dan cinta kasih universal. Menurutnya, penyelesaian konflik keluarga berawal dari kesadaran untuk melihat masalah apa adanya, tanpa terjebak dalam kemarahan atau kebencian, serta keberanian memahami penderitaan orang lain.
Rinpoche juga mengingatkan pentingnya berpikir sebelum berbicara.
"Jika sudah belajar Dhamma, maka apa yang ingin disampaikan harus dipikirkan baik-baik, apakah pantas atau tidak," tuturnya.
Selain membabarkan Dhamma, Rinpoche turut memanjatkan doa khusus untuk Indonesia agar senantiasa aman, damai dan sejahtera. Ia berharap bangsa ini dijauhkan dari bencana dan perpecahan, serta masyarakatnya hidup rukun dalam keberagaman dengan penuh welas asih.
Sementara itu, Ketua Panitia Chivas Harlie mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Y.M Passang Rinpoche di Medan. Menurutnya, tema "Lika-Liku Luka Keluarga" diangkat karena topik seputar keluarga kerap dibahas Rinpoche dalam pembabaran Dhamma.
"Harapan kami sederhana, yaitu berdamai. Berdamai dengan kenyataan bahwa dalam keluarga pasti ada luka, dan yakin bahwa luka itu bisa sembuh serta memperkuat hubungan," ungkap Chivas, didampingi Wakil Ketua Marysa Limierta dan Sekretaris Evan Subur.
Ia juga menyoroti antusiasme relawan muda yang terlibat dalam acara ini. Dari awal hanya empat orang, jumlah relawan bertambah menjadi lebih dari 200, termasuk anak-anak yang ikut membantu.
"Kami sangat kagum dengan semangat anak muda Medan. Bahkan ada anak berusia delapan tahun yang ikut berpartisipasi. Mungkin ini bisa disebut sebagai ikatan jodoh," pungkasnya. (*)