Medan(harianSIB.com)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menanggapi kasus seorang anak berusia 4 tahun yang mengalami muntah dan buang air besar disertai keluarnya cacing. Plt Kepala Dinkes Medan dr Irliyan Saputra SpOG menyebut kasus tersebut bisa terjadi akibat kurangnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan maupun kebersihan pribadi anak.
"Hal ini mungkin terjadi bila pemeriksaan kesehatan balita tidak rutin dilakukan di Posyandu atau Puskesmas. Selain itu, pemberian obat cacing minimal setiap enam bulan sekali pun masih banyak yang terabaikan. Pemahaman orang tua tentang kesehatan juga masih kurang karena jarang datang ke Posyandu untuk mendapatkan penyuluhan," ujarnya, Rabu (24/9/2025).
Meski demikian, Irliyan menegaskan kasus ini tidak serta-merta menunjukkan tingginya angka kecacingan di Kota Medan. Menurutnya, kasus tersebut bersifat insidental karena belum ada laporan serupa lainnya. "Untuk mengetahui prevalensi cacingan, diperlukan survei khusus. Saat ini Kota Medan belum melaksanakan survei itu," jelasnya.
Dinkes Medan sendiri melanjutkan program pemerintah pusat melalui Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Cacingan. Obat albendazol diberikan secara rutin kepada anak usia 2-12 tahun, baik di sekolah dasar maupun posyandu.
Baca Juga: IDAI Sumut: Anak Rentan Terhadap Cuaca Panas Program ini diintegrasikan dengan POPM filariasis, penjaringan anak sekolah, usaha kesehatan sekolah, serta pemberian vitamin A di posyandu dan PAUD. "Program sudah berjalan rutin dengan capaian target di atas angka minimal, baik untuk balita maupun anak sekolah," tambah Irliyan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa lingkungan dan sanitasi yang buruk masih menjadi faktor utama penyebaran cacingan pada anak. Beberapa penyebab di antaranya kebiasaan anak bermain di tanah tanpa alas kaki, tidak mencuci tangan dan kaki setelah bermain, penggunaan air sumur gali yang tidak layak, serta kebersihan makanan dan lingkungan yang kurang terjaga.