Medan(harianSIB.com)
Banyaknya angka pengangguran di Sumatera Utara dinilai menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah ini. Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara guna memperkuat kolaborasi antar-stakeholder dan menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sumut dengan kawasan industri Sei Mangkei dan perusahaan besar seperti PT Inalum. Melalui kerja sama itu masyarakat Sumut diharapkan dapat terserap ke dunia kerja sesuai kebutuhan industri lokal.
Hal itu dikatakan Kadisnaker Sumut Yuliani Siregar dalam temu pers yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (24/9/2025).
Tak hanya itu, Pemprov Sumut juga mendorong kerja sama internasional, khususnya dengan Jepang, dalam bentuk pelatihan dan magang kerja bagi lulusan SMK. Program itu dirancang untuk menciptakan tenaga kerja terampil dengan fisik dan mental yang kuat, sehingga siap bersaing secara global.
Baca Juga: Tak Diterima di Kantor Gubernur, Ratusan Petani Sumut Lanjutkan Aksi ke DPRD "Peluang kerja ke
Jepang terbuka lebar, tapi butuh kesiapan dari segi mental dan fisik. Untuk itu, kami dorong agar lulusan SMK bisa ikut pelatihan dan magang ke
Jepang," ujarnya.
Terkait maraknya perdagangan migran ilegal, masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya pada tawaran kerja di luar negeri dari pihak-pihak yang tidak resmi. Pemerintah mengingatkan pentingnya berkoordinasi langsung dengan Dinas Tenaga Kerja untuk menghindari menjadi korban TKI ilegal.