Medan(harianSIB.com)
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan memperkuat kerja sama lintas sektor dalam penegakan hukum di bidang obat dan makanan melalui kegiatan Koordinasi Criminal Justice System (CJS) bertema "Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengawasan Obat dan Makanan Berkelanjutan", Kamis (23/10/2025), di Aula Gedung B Balai Besar POM Medan.
Kepala BBPOM Medan, Mojaza Sirait SSi Apt, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi, terutama dengan kepolisian dan kejaksaan, agar pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran di bidang obat dan makanan semakin efektif.
"Ini merupakan upaya penguatan pengawasan obat dan makanan di Sumut. Salah satu fungsi kami adalah penindakan, sehingga kami menggandeng unsur criminal justice dari kepolisian dan kejaksaan untuk memperkuat fungsi tersebut," ujarnya kepada wartawan usai kegiatan.
Mojaza menjelaskan, dalam sistem penegakan hukum, BBPOM berperan sebagai penyidik, kepolisian sebagai koordinator pengawas, dan kejaksaan sebagai penuntut umum. Kolaborasi yang solid dinilai penting untuk memastikan proses penyidikan berjalan sesuai aturan hukum.
Baca Juga: Tiga Bangunan di Pekan Dolok Masihul Terbakar, Diduga Akibat Lilin Sambar Bensin "Penindakan kasus
obat dan makanan tidak sederhana. Ada banyak unsur yang harus diperhatikan, mulai dari barang bukti, tersangka, saksi, hingga ahli. Semua harus disusun secara cermat agar penyidikan optimal," katanya.
Ia menegaskan, pengawasan obat dan makanan bukan sekadar kegiatan rutin di lapangan, tetapi juga upaya memastikan masyarakat Sumatera Utara memperoleh produk yang aman dan berkualitas. "Respon peserta sangat baik. Kita semua sepakat bahwa pengawasan obat dan makanan harus kuat dan terintegrasi," tambah Mojaza.