Lubukpakam (harianSIB.com)
Masyarakat harus mengambil peran dalam upaya pelestarian nilai-nilai seni dan kebudayaan. Sebab, seni dan budaya merupakan kekuatan moral dalam pembangun, khususnya di Kabupaten Deliserdang.
"Ambil peran, jadilah pewaris dan pelestarian budaya! Belajarlah nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam setiap tradisi, karena di sanalah kita belajar tentang hormat kepada orang tua, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama," terang Sekretaris Daerah (Sekda) Deliserdang, Dedi Maswardy di acara Kerja Tahunan Kota Lubukpakam Sekitarnya 2025, Gendang Guro-Guro Aron bertajuk, Sikuning Kuningen Gelah Radu Megersing di Lapangan Tengku Raja Muda, Kecamatan Lubukpakam, Sabtu (8/11/2025) malam.
Sekda menambahkan, warisan budaya Karo yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen serta keberkahan hidup.
"Tradisi ini menjadi bukti masyarakat Deli Serdang tidak pernah melupakan akar budayanya, bahkan menjadikannya sebagai kekuatan moral dalam membangun daerah. Inilah yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Deliserdang, yaitu terwujudnya Deliserdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius dan berkelanjutan," jelas Sekda.
Baca Juga: Forkopimda Dukung Percepatan Pemetaan Lahan, Aset, dan Bangunan KDKMP di Kabupaten Karo Semangat membangun masyarakat yang sehat jasmani dan rohani, memperkuat perekonomian masyarakat melalui kebersamaan dan gotong royong, serta menciptakan lingkungan sosial yang rukun dan harmonis merupakan bagian dari empat misi besar Deliserdang, yaitu Sehat Pelayanan Publiknya, Sehat Masyarakatnya, Sehat Ekonominya, dan Sehat Lingkungannya.
Dalam upaya mewujudkan keempat misi tersebut, Pemkab Deliserdang terus mendorong berbagai program unggulan, salah satunya program Event Olahraga, Seni Budaya, dan Keagamaan (Evoria), yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga, berkesenian, dan beribadah secara bersama-sama dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan.
Editor
: Wilfred Manullang