Medan (harianSIB.com)
Sejumlah akademisi lintas disiplin ilmu di Medan, Sumatera Utara (Sumut), memuji program Listrik Desa yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai motor penggeraknya.
Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai langkah ini merupakan wujud pemerataan energi sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita.
"Pemerintah berupaya agar seluruh masyarakat mendapatkan akses listrik secara merata. Ini bentuk keadilan energi. Jangan sampai hanya sebagian masyarakat yang menikmati listrik, sementara warga di pedalaman justru tertinggal," ujarnya dalam diskusi "Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dari Sudut Pandang Energi" di Medan, Selasa (11/11/2025).
Gunawan menjelaskan, elektrifikasi desa akan menimbulkan efek domino terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM. Menurutnya, listrik dapat mempercepat distribusi barang dan mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi digital.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-14, Partai NasDem Deliserdang Bagikan 500 Karung Beras Ia mencontohkan, kehadiran listrik mengubah pola konsumsi dan produksi masyarakat desa, misalnya dengan penggunaan lemari es yang menggantikan sistem penyimpanan tradisional.
"Masuknya listrik ke pedesaan akan menghidupkan pelaku UMKM. Barang-barang elektronik seperti televisi, ponsel, hingga kulkas bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Dari penggunaan minyak tanah untuk penerangan, kini mereka bisa berhemat dan memperpanjang daya tahan produk. Ini harus terus digalakkan," ungkapnya.