Medan (harianSIB.com)
Puluhan mahasiswa dari berbagai kelompok di Medan menggelar aksi unjuk rasa dengan membakar ban di depan Gedung DPRD Sumut, Selasa (18/11/2025). Mereka menolak penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada HM Soeharto, yang dinilai mencederai semangat reformasi.
Aksi berlangsung menegangkan ketika massa memaksa masuk ke gedung dewan untuk bertemu para anggota DPRD. Dorong-dorongan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga di pintu masuk sempat terjadi.
Sambil meneriakkan yel-yel penolakan, mahasiswa meminta Presiden Prabowo Subianto agar segera mencabut keputusan tersebut. Mereka menilai penetapan itu mengabaikan sejarah kelam Orde Baru. "Penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional bertentangan dengan akal sehat publik dan mencederai nurani masyarakat. Bagaimana mungkin seorang pelanggar HAM dan koruptor pada masanya dijadikan pahlawan," seru seorang mahasiswa.
Ketegangan meningkat setelah hampir setengah jam berorasi, namun Ketua DPRD Sumut Erni Aryanti Sitorus dan para wakil ketua belum juga hadir menemui massa.
Baca Juga: Puluhan Warga Unjuk Rasa ke BPN Sumut Tuntut Penyelesaian Kasus Tanah Setelah satu jam aksi berlangsung, anggota Komisi B
DPRD Sumut,
Manaek Hutasoit, akhirnya datang menemui peng
unjuk rasa. Ia berjanji menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada pimpinan dewan. "Pimpinan bukan tidak ingin menemui, tapi ada hambatan. Ketuan dewan sedang ada kemalangan keluarga, dan yang lain sedang di luar kota," kata Manaek.
Politisi Partai Golkar itu menegaskan pihaknya siap meneruskan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat melalui DPR RI karena isu yang disampaikan merupakan persoalan nasional.