Medan (harianSIB.com)
Presiden Indonesia Maritime Pilots Association (INAMPA) menegaskan pentingnya pengamanan Selat Malaka dan Selat Singapura untuk mencegah kecelakaan kapal kandas serta berbagai insiden maritim lainnya yang dapat berdampak negatif pada eksistensi jalur pelayaran tersibuk kedua di dunia tersebut.
Hal itu disampaikan Presiden INAMPA, Pasoroan Herman Harianja, dalam keterangan pers di Medan, Selasa (18/11/2025), usai menghadiri pertemuan Co-Operation Forum (CF) ke-16, Tripartite Technical Experts Group (TTEG) ke-48, dan Project Coordination Committee (PCC) ke-16 di Ascott-Gurney Penang, Malaysia, pada Oktober 2025 lalu.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu teknis terkait keselamatan navigasi dan perlindungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura.
Menurut Pasoroan, kolaborasi tiga negara pantai yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura, harus terus ditingkatkan, terutama dalam hal pengawasan dan pengamanan maritim melalui pemanduan kapal bersama.
Baca Juga: Tewas Tenggelam di Selat Malaka, Keluarga Nelayan Sergai Terima Santunan dan Beasiswa Pendidikan Ia menegaskan, kerja sama tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan maritim di dua selat strategis itu.
Selain tugas pengamanan, Indonesia dan Malaysia melalui joint pilotage, serta Singapura melalui mekanisme serupa, juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian kawasan selat.