Medan(harianSIB.com)
Buku biografi "RE Nainggolan, The Untold Stories" yang diluncurkan, Jumat (21/11/2025) lalu mengungkap banyak fakta menarik.
Salah satunya tentang keputusannya menolak tawaran menjadi Komisaris PT Toba Pulp Lestari (TPL), perusahaan publik yang bergerak di bidang industri pulp dan kertas serta memiliki konsesi hutan tanaman industri di Sumatera Utara.
Salah satu bagian yang mencuri perhatian dalam buku itu adalah prinsipnya dalam memandang jabatan tidak sekadar kekuasaan, melainkan amanah yang hanya pantas diemban bila ia benar-benar yakin mampu menunaikannya dengan penuh tanggung jawab.
Selama puluhan tahun kariernya, RE memang dipercaya memegang berbagai posisi strategis, mulai dari birokrasi pemerintahan, lembaga pendidikan, hingga organisasi sosial. Namun, berbeda dari banyak tokoh publik lain, ia dikenal tidak pernah mengejar jabatan.
Baca Juga: 75 Tahun RE Nainggolan, Role Model Birokrat Berbasis Data dan Metodologis Dalam biografi itu terungkap bahwa ia berkali-kali menolak posisi yang secara kasat mata menggiurkan, baik dari segi prestise maupun kompensasi ekonomi. Baginya, jabatan tidak boleh diambil hanya demi kebanggaan atau penampilan di atas kertas.
"Kalau tidak yakin, jangan diterima," tegas RE dalam buku tersebut sebuah prinsip yang sepanjang hidupnya terbukti ia pegang teguh.
Editor
: Wilfred Manullang