Medan(harianSIB.com)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) bersama Pemuda Inspirasi Nusantara menggelar seminar bertema "Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional" di Aula Soeratman FP USU, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini menekankan urgensi peran generasi muda dalam memperkuat sektor pangan, khususnya di tengah menurunnya minat pemuda menjadi petani.
Perwakilan BITRA Indonesia, Gregorius Saragih SAgr, dalam paparannya mengungkapkan rendahnya keterlibatan pemuda di sektor pertanian sesuai data Sensus Pertanian 2023. "Hanya sekitar 21% petani di Indonesia berasal dari kalangan pemuda. Ini menunjukkan ketertarikan anak muda terhadap profesi petani masih sangat rendah," ujarnya.
Gregorius menilai generasi muda memegang peran penting dalam regenerasi pertanian, terutama melalui inovasi dan teknologi. Tantangan utama, katanya, berasal dari minimnya edukasi pertanian dan mispersepsi masyarakat terhadap profesi petani. "Profesi petani itu mulia. Mereka menyediakan makanan bagi kita semua," katanya. Ia mendorong pemuda menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Kepala Program Studi Agribisnis FP USU, D Rulianda Purnomo Wibowo SP MEc menegaskan pentingnya aksi nyata pemuda, bukan sekadar tuntutan fasilitas. "Pemuda harus turun langsung membantu masyarakat dan menghadirkan inovasi yang menjawab persoalan di lapangan," tegasnya.
Baca Juga: Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Tanjungbalai Persiapkan Lahan Jagung 1 Hektar Rulianda mencontohkan dua figur inspiratif, Kasim Arifin, tokoh pemberdayaan masyarakat asal Aceh, dan William Kamkwamba, inovator muda Malawi yang membangun kincir angin untuk mendukung aktivitas
pertanian di desanya. "Mereka mengajarkan satu pesan penting: kegigihan, fokus pada solusi, dan empati yang kuat. Itulah ciri
pemuda sejati,
pemuda yang menjadi agen solusi," ujarnya. Ia berharap kegiatan tersebut menciptakan ekosistem kolaboratif yang memperkuat
inovasi pertanian.
Mantan Ketua BEM FP USU 2023/2024, M Rofiqul Firdaus Siregar SAgr, juga menyoroti besarnya peluang pemuda di sektor pangan, termasuk melalui literasi pangan berbasis media sosial. "Saat ini banyak petani milenial yang menjadi pengaruh positif bagi adik-adik di FP untuk melakukan berbagai terobosan," katanya. Ia menambahkan masih banyak kelompok tani yang belum mengetahui program pemerintah, seperti diskon pupuk subsidi 20 persen.