Medan(harianSIB.com)
Antrean panjang kendaraan bermotor masih terjadi di hampir seluruh SPBU di Kota Medan akibat sulitnya pasokan BBM. Kondisi ini menyebabkan kemacetan di berbagai ruas jalan yang terdapat SPBU, karena banyaknya kendaraan yang mengantre untuk mengisi bahan bakar.
Sejumlah operator SPBU di Jalan Cemara, Jalan Pancing, Jalan Sutomo, Jalan M. Yamin dan Jalan Letda Sujono, mengaku pasokan BBM dari Pertamina mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan proses pembongkaran BBM dari kapal tanker di Belawan terkendala cuaca buruk dan ombak besar.
Namun, sejak Jumat malam, telah terlihat banyak mobil tangki BBM mulai menyalurkan pasokan ke sejumlah SPBU dan langsung melakukan penjualan kepada masyarakat yang telah menunggu.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat langkah penanganan darurat untuk menjaga kelancaran distribusi energi di Sumatera Utara, yang hingga kini masih terdampak bencana akibat hujan ekstrem, angin kencang dan tanah longsor di sejumlah daerah. Kondisi transportasi yang sempat terputus mengakibatkan beberapa SPBU dan SPPBE mengalami kendala operasional.
Baca Juga: Kelangkaan BBM Terkendala Pendistribusian, Rico Waas Imbau Warga Medan Tidak Panik Berdasarkan laporan operasional hingga 27 November 2025, pukul 21.00 WIB, sebanyak 23 dari total 406 SPBU di Sumatera Utara terdampak bencana. Stok
BBM di lembaga penyalur tercatat 4.489 KL Gasoline dan 1.910 KL Gasoil. Untuk LPG, 15 agen dan 5 SPPBE juga terdampak, terutama akibat gangguan akses logistik di beberapa titik termasuk jalur Pangkalan Susu–Brandan.
Membaiknya kondisi cuaca mulai memberikan dampak positif bagi proses pemulihan. Gelombang laut yang sebelumnya tinggi kini mulai mereda sehingga kapal pengangkut BBM dapat kembali bersandar di Fuel Terminal Medan Group.