Medan(harianSIB.com)
Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) II Medan memastikan penanganan Sungai Babura masuk dalam program prioritas, menyusul seringnya luapan air sungai tersebut yang menggenangi permukiman warga di Kota Medan. Hal itu disampaikan Kepala BBWSS II Medan, Feryanto, menjawab pertanyaan Jurnalis SIN News Network (SNN) melalui pesan WhatsApp, Kamis (4/12/2025).
"Betul Pak, program kita memang untuk penanganan Sungai Babura, tetapi masih dalam proses pengadaan tanah," tulis Feryanto.
Ia menjelaskan, rencana penanganan mencakup pendalaman dan pelebaran badan Sungai Babura agar mampu menampung debit air lebih besar saat hujan lebat atau kiriman air dari hulu. "Sisi kanan kiri perlu dilakukan pengadaan tanah untuk pelebaran sungai sesuai desain," ujarnya.
Sungai Babura diketahui menjadi salah satu titik terparah saat banjir besar melanda Kota Medan pada Kamis (27/11/2025). Luapannya merendam Jalan Jamin Ginting, Jalan Dr Mansyur, Jalan Iskandar Muda hingga kawasan Jalan Hayam Wuruk.
Baca Juga: Air Sungai Babura Kembali Normal, Warga Minta Pemerintah Percepat Normalisasi Warga yang tinggal di bantaran
Sungai Babura juga mengaku BBWSS pernah melakukan pengukuran dan memberi tanda batas di sekitar permukiman mereka. Namun, menurut warga, hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak terkait. (**)