Medan(harianSIB.com)
Pemerintah Kota (Pemko) Medan menegaskan pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemenuhan hak-hak dasar warga sebagai bagian dari upaya "Memanusiakan Manusia". Penegasan ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, dalam Workshop Pelaksanaan Pelaporan Aksi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) di Balai Kota Medan, Kamis (4/12/2025).
"Bapak Wali Kota secara tegas menyatakan komitmennya mewujudkan Medan Untuk Semua, sebuah kota inklusif yang hadir untuk melayani serta menjamin rasa aman dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Putra menambahkan, Pemko Medan memiliki komitmen kuat dalam penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan dan pemajuan HAM. Komitmen tersebut bukan slogan, melainkan amanat konstitusi yang harus diwujudkan dalam pelayanan publik.
Baca Juga: BBWSS Siapkan Pelebaran Sungai Babura, Pengadaan Tanah Masih Berproses "Pelayanan publik di Kota
Medan tidak boleh membiarkan perempuan merasa tidak aman, anak-anak kehilangan hak tumbuhnya, dan penyandang disabilitas kesulitan mengakses layanan," tegasnya.
Ia juga menyebut, Kota Medan konsisten meraih predikat "Kota Peduli HAM" dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Predikat itu, katanya, menjadi bukti bahwa kesejahteraan warga bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga perlindungan hak asasi manusia.