Medan(harianSIB.com)
Anggota DPRD Sumut Hasyim SE mendesak pemerintah pusat segera menetapkan musibah banjir dan longsor yang melanda berbagai provinsi di Indonesia, terutama Provinsi Sumut, sebagai bencana nasional. Desakan ini disampaikan menyusul meningkatnya jumlah korban jiwa dan meluasnya kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah.
Menurut Hasyim, skala bencana yang terjadi sudah jauh melampaui kapasitas penanganan pemerintah daerah. "Data korban dan tingkat kerusakan sudah memenuhi semua kriteria: korban masif, wilayah luas, serta infrastruktur dan kapasitas daerah kewalahan," tegasnya, Sabtu (6/12/2025).
Gelombang banjir dan longsor melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara seperti Medan, Deliserdang, Langkat, Serdang Bedagai, Sibolga, Humbang Hasundutan, Toba, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Bencana di Pulau Sumatera juga menghantam Aceh, Sumatera Barat, Riau, dan provinsi lainnya.
Data resmi BNPB per 5 Desember 2025 mencatat 836 orang meninggal, 509 orang hilang, dan sekitar 2.700 orang luka-luka. Di antara korban tersebut, Sumatera Utara mengalami 312 korban meninggal. Kerusakan juga meliputi lebih dari 10.500 rumah hancur, serta ratusan fasilitas umum seperti jembatan, sekolah, dan fasilitas sosial rusak berat.
Baca Juga: Pantur Banjarnahor Minta Gubernur Usulkan ke Pemerintah Pusat Bencana Sumut Jadi Bencana Nasional Hasyim menilai bahwa pemerintah pusat terlalu lamban dalam menetapkan status bencana nasional, padahal keterlambatan tersebut berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa percepatan logistik, evakuasi, dan pengerahan alat berat membutuhkan komando nasional yang tidak terhambat birokrasi daerah.
"Kita bicara ratusan nyawa hilang, ratusan orang masih hilang, puluhan ribu rumah rusak. Dalam situasi sebesar ini, negara tidak boleh terkesan ragu atau menunggu tekanan publik terlebih dahulu," ujar Hasyim yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Medan.