Medan(harianSIB.com)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara memperingatkan potensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah banjir, banjir bandang, dan tanah longsor melanda 17 kabupaten/kota. Penyakit berbasis lingkungan kini mendominasi kasus yang dilaporkan dari wilayah terdampak.
Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis, Minggu (7/12/2025) malam, menyebut penyakit kulit sebanyak 6.433 kasus dan ISPA 5.151 kasus menjadi yang tertinggi. Kondisi ini dipicu paparan air kotor, sanitasi buruk, serta kepadatan lokasi pengungsian.
"Selain itu, tercatat 1.065 kasus diare, 755 kasus Influenza Like Illness (ILI), dan 534 kasus suspek demam tifoid yang menggambarkan tingginya gangguan saluran cerna dan infeksi akut pada masa pascabanjir," ujar Hamid.
Baca Juga: Dinkes Agara bersama IDI Akan Cek Kesehatan Warga Dari Rumah ke Rumah Meski laporan
dengue masih rendah (7 kasus), ia menegaskan kewaspadaan tetap ditingkatkan karena perkembangbiakan nyamuk biasanya meningkat setelah air surut. Dinkes juga menerima laporan dua suspek
campak, masing-masing dari Deliserdang dan Tapanuli Tengah.
Hamid meminta petugas segera melakukan pelacakan kontak untuk mencegah penularan. Ia menambahkan tidak ada laporan leptospirosis, pertusis, maupun malaria, namun risikonya tetap ada pada situasi krisis, terutama jika cakupan imunisasi menurun.