Medan(harianSIB.com)
Ketua Umum Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Arif Rahmansyah Marbun, Gelar Tuanku Alamsyah menggelar pertemuan silaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Utara di Pondok Jimbaran, Medan, Jumat (19/12/2025). Dalam pertemuan tersebut, para tokoh secara aklamasi menetapkan Arya Lamanjiji, Sultan Deli, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FKN Sumatera Utara.
Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu dihadiri berbagai tokoh masyarakat dan pemuka adat lintas etnis dan daerah. Di antaranya Dr RE Nainggolan MM, Datuk Adil Fredy Haberham, Nabari Ginting, Ruslan, Hatta Siregar, Tengku Darmansyah, Dedi Kusnadi dari PUB Banten, Stanley (tokoh pemuda Maluku), tokoh masyarakat Sasak, Angkatan Muda Siliwangi, serta sejumlah tokoh lain yang memiliki kepedulian terhadap penguatan keberagaman sosial dan budaya.
Dalam sambutannya Arif Rahmansyah Marbun memaparkan perjalanan pembentukan dan konsolidasi Forum Keberagaman Nusantara (FKN) sebagai organisasi kebangsaan yang berkomitmen merawat nilai-nilai toleransi, persatuan, dan inklusivitas di tengah dinamika sosial Indonesia.
Ia menegaskan bahwa FKN lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan ruang kolaborasi lintas etnis, agama dan budaya, guna memperkuat ikatan kebangsaan sebagai modal utama menghadapi tantangan global.
Baca Juga: RE Nainggolan Hadiri Perayaan Natal GBI BPD Sumut–Aceh, Allah Hadir Membawa Keselamatan dan Sukacita bagi Keluarga Arif juga mengingatkan kembali deklarasi nasional
FKN yang digelar di Kadaton Kesultanan Ternate, Maluku Utara, Senin (27/10/2025). Deklarasi tersebut dihadiri para sultan dan tokoh bangsa dari berbagai daerah, serta menetapkan
FKN sebagai wadah kebangsaan untuk meneguhkan persatuan di atas keberagaman menjelang satu abad kemerdekaan Indonesia.
Dalam momentum tersebut, mantan Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina FKN Pusat, bersama sejumlah tokoh nasional, termasuk Dr RE Nainggolan MM yang turut menjadi Anggota Dewan Pembina Pusat. Hal itu menandai kuatnya dukungan pemerintah dan tokoh bangsa terhadap gerakan kebangsaan FKN.
Editor
: Robert Banjarnahor