Medan (harianSIB.com)
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara (Walhi Sumut) mencatatkan dalam 5 tahun terakhir, lebih 10 ribu hektare tutupan hutan telah hilang akibat deforestasi yang dilaksanakan 7 perusahaan besar.
Adapun tersebut yakni PT Agincourt Resources (tambang emas martabe), PT North Sumatera Hydro Energy (industri energi listrik), PT Pahae Julu Micro-Hydro Power (industri energi listrik), PT Sarulla Operation Limited (industri energi listrik), PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) PKR di Tapanuli Selatan
(industri kayu), PT Sago Nauli Plantation (perkebunan sawit), PTPN III Batang Toru (perkebunan kelapa sawit).
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Rianda Purba SSos dalan paparannya pada acara kegiatan Catatan Akhir Tahun 2025 Walhi Sumut di Tawan Irama Coffee Jalan Ngumban Surbakti Medan, Selasa (23/12/2025).
Baca Juga: Polres Humbahas Selidiki Penebangan Kayu di Kawasan Hutan Lindung Diduga Libatkan Oknum Polisi Dijelaskannya bahwa terbukti saat bencana menerpa
Tapanuli Raya pada 25 Nopember 2025 lalu, Sungai Batangtoru dipenuhi jutaan kubik kayu gelondongan dan hal sama juga terjadi di Sungai Garoga dan menyapu desa desa di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).
"Artinya bahwa deforestasi skala besar telah menggerogoti Harangan Tapanuli dari berbagai arah, " kata Rianda.
Editor
: Wilfred Manullang