Medan (harianSIB.com)
Pemerhati lingkungan Ir Taufan Agung Ginting MSp menegaskan sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki karakteristik alam yang relatif sama dan rentan terhadap bencana.
Karenanya, pemerintah harus menjadikan bencana Sumatera (Provinsi Sumut, Aceh dan Sumbar) sebagai "alarm" untuk mengantisipasi terjadinya bencana susulan di daerah lain.
Menurut Taufan Agung Ginting kepada wartawan, Minggu (4/1/2025) di Medan, bencana alam yang baru-baru ini melanda Sumatera, sangat berpotensi pula terjadi di wilayah lain di Tanah Air, sehingga pihaknya mendesak pemerintah untuk menanganinya secara totalitas sekaligus mengevaluasi penyebab bencana, agar bisa diantisipasi sedini mungkin di daerah lain.
Ditambahkan politisi senior PDI Perjuangan ini, kondisi yang terjadi di tiga provinsi kawasan Sumatera, perlu dijadikan alarm keras bagi negara untuk hadir secara sungguh-sungguh dalam tata kelola ekosistem kehidupan, mulai dari manusia, hewan, hingga tumbuh-tumbuhan, secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Baca Juga: Dukung Penanganan Bencana di Sumatera, PINTU Bagikan Starlink untuk Konektivitas Darurat "Ini sangat urgen. Pemerintah harus mempersiapkan diri sedini mungkin sebelum bencana seperti tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi dan bencana ekologis lainnya kembali terjadi, dengan berkaca kepada bencana yang terjadi di kawasan Sumatera," tandas pendiri Ormas Garda Banper tersebut.
Mantan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut ini melihat, pada aspek penanganan pascabencana di wilayah hilir saja, peran negara masih belum maksimal. Padahal, upaya mitigasi dan perbaikan lingkungan di wilayah hulu menjadi kunci utama untuk mencegah bencana berulang.
Editor
: Robert Banjarnahor