Medan (harianSIB.com)
Politisi senior Partai Golkar, Drs HN Serta Ginting, menilai sistem Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia sudah saatnya ditata ulang secara menyeluruh, untuk menekan tingginya "cost" politik yang selama ini berlangsung secara jor-joran sekaligus menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan tidak karbitan.
Menurut Serta Ginting kepada wartawan, Minggu (4/1/2026) melalui telepon dari Jakarta, wacana perubahan sistem Pemilu dan Pilkada dipilih DPRD yang belakangan mencuat ke publik merupakan diskursus serius yang dibahas sejumlah ketua umum partai politik, patut didukung dan diapresiasi.
"Diskusi ini penting dan strategis. Saya sependapat jika sistem Pemilu dan Pilkada kita ditata ulang. Kita bisa belajar dari pengalaman Pemilu era Orde Baru maupun era awal Reformasi 1999 dengan sistem proporsional tertutup," kata Serta Ginting.
Ketua Umum FKPPN ini menilai, sistem proporsional tertutup memiliki sejumlah keunggulan, terutama dari sisi kualitas calon legislatif dan pemimpin yang dihasilkan. Dalam sistem tertutup, partai politik memiliki kewenangan lebih besar untuk menyeleksi dan menempatkan kader terbaik di nomor urut teratas.
Baca Juga: Ahmad Doli Targetkan Musda Golkar Sumut Januari 2026 "Partai akan memprioritaskan calon yang berkualitas, kader militan dan pengurus inti yang sudah melalui proses pembinaan. Ini berbeda dengan sistem sekarang yang kerap melahirkan caleg karbitan, yang tiba-tiba maju hanya karena punya modal besar atau anak pejabat serta pengusaha," tegasnya.
Lebih lanjut Serta Ginting menjelaskan, bahwa pada sistem Pemilu legislatif tertutup, seseorang yang akan diajukan sebagai calon legislatif harus melalui proses seleksi ketat dan pembinaan berjenjang. Pembinaan tersebut mencakup pemahaman ideologi kebangsaan, loyalitas terhadap partai, serta komitmen mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat.
Editor
: Wilfred Manullang