Tebingtinggi(harianSIB.com)
Kunjungan Komisi III DPRD Kota Tebingtinggi ke lokasi pembangunan proyek Pasar Inpres di Jalan Gurami, Kelurahan Badak Berjuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kamis (8/1/2026), menuai kekecewaan. Proyek senilai Rp3,8 miliar tersebut dinilai menyimpan banyak kekurangan.
Pantauan harianSIB.com di lapangan, ditemukan sejumlah persoalan pada pembangunan pasar tersebut, di antaranya air tidak mengalir, kondisi toilet kotor terdapat kotoran manusia, akses pintu masuk toilet terlalu rendah, serta masih adanya bagian kios yang belum dicat.
Kunjungan Komisi III DPRD Kota Tebingtinggi dipimpin Ketua Komisi III Andar Alatas Hutagalung bersama anggota Erwin Harahap, Ogamota Hulu, dan Malik Syahputra Purba, serta didampingi pegawai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Baca Juga: Kisah Pilu Warga Miskin Tebingtinggi, Ibu Lansia Sekarat Tak Diterima Rumah Sakit Dalam peninjauan itu, Andar Alatas Hutagalung menegaskan bahwa bangunan pasar yang dikerjakan dengan anggaran Rp3,8 miliar tersebut tidak sesuai dengan gambar Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang tercantum dalam kontrak.
"Berdasarkan gambar RAB proyek ini, masih ada 24 kios yang tidak terbangun. Ketika saya tanyakan kepada petugas perencanaan, alasannya karena kurang anggaran. Padahal menurut saya, dengan dana Rp3,8 miliar ini seluruh kios yang ada di gambar RAB seharusnya bisa dibangun," ujarnya.