Medan(harianSIB.com)
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyampaikan realisasi penyaluran bantuan pangan (Bapang) alokasi Oktober–November 2025 di Sumatera Utara telah mencapai sekitar 93 persen.
Penyaluran yang seharusnya tuntas pada Desember 2025 terpaksa diperpanjang hingga 31 Januari 2026 akibat bencana alam yang terjadi pada November lalu di sejumlah daerah, seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Nias, dan Karo.
Hal itu disampaikan Budi Cahyanto kepada SIB, Minggu (11/1/226).
Penyaluran Bapang tersebut menyasar 844.696 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Setiap KPM menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng merek Kita yang didistribusikan sekaligus untuk dua bulan.
Baca Juga: Di Tapanuli, Hashim Peringatkan Perubahan Iklim Global Picu Bencana Berulang di Indonesia Jumlah penerima bantuan ini meningkat dibanding penyaluran periode Juni–Juli 2025 yang mencakup 832.772 KPM. Perpanjangan masa penyaluran dilakukan agar hak masyarakat di wilayah terdampak bencana tetap terpenuhi.
Selain penyaluran bantuan pangan, Bulog Sumut juga melanjutkan pengadaan dan penyerapan gabah petani. Sepanjang 2025, penyerapan gabah petani di Sumut telah mencapai 100 persen, yakni 54.000 ton gabah setara 27.000 ton beras.
Editor
: Robert Banjarnahor