Medan(harianSIB.com)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menilai informasi yang beredar di media sosial (medsos) tidak dapat sepenuhnya dijadikan sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Pasalnya, banyak konten di medsos yang bersifat sepotong, tidak berimbang, bahkan berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti penyebaran hoaks, kejahatan digital, hingga gangguan kesehatan mental akibat cyberbullying.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan melalui Sekretaris Dinkes Kota Medan Iin Juliani Saragih SKM MM saat menerima audiensi Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut di Kantor Dinkes Kota Medan, belum lama ini.
"Banyak masyarakat saat ini mengonsumsi informasi dari media sosial yang hanya memberitakan satu pihak, tanpa konfirmasi atau perimbangan. Informasi seperti ini cenderung menyudutkan dan menjelekkan pihak tertentu. Padahal kebenarannya belum tentu benar dan perlu dikroscek kembali," ujar Iin, Minggu (18/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Iin didampingi Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Zulhilminil Amani SKM serta Ketua Tim Kerja P2PM Dinkes Medan, Edy Yusuf SKM MKM. Ia menambahkan, komentar netizen di medsos kerap tidak etis dan dipenuhi amarah, yang justru memperkeruh suasana tanpa dasar informasi yang jelas.
Iin juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang lebih tertarik pada isu-isu negatif terkait instansi pemerintahan. Menurutnya, informasi positif seperti prestasi atau penghargaan sering kali kurang mendapat apresiasi, sementara kabar miring justru ramai dikomentari tanpa upaya mencari klarifikasi dari media lain yang kredibel.