Medan(harianSIB.com)
Sumatera Utara kehilangan pengusaha Medan Bus, Djumongkas Hutagaol (Op Doddy Doli), Senin (19/1/) di RSUP H Adam Malik Medan sekitar pukul 14.05 WIB. 2026). Almarhum meninggal di usia 79 tahun, meninggalkan istri R Boru Sitompul dan 6 orang anak serta 24 cucu.
Allmarhum semasa hidup dikenal sebagai tokoh masyarakat yang kokoh pada prinsip dan berani menyuarakan perlawanan terhadap kesewenangan.
Djumongkas bersama tokoh aktivis seperti Timbul Raya Manurung, Parlin Manihuruk, Japorman Saragih, Ramses Simbolon, Torang Nadeak, Efendi Tambunan, Roy Fachraby Ginting, Alamsyah Hamdani, Nitema Gulo dan lainnya pernah membentuk Aliansi Gerakan Reformasi Sumatera Utara (Agresu). Mereka menjadi lokomotif reformasi di daerah ini.
Ia bersama tokoh-tokoh Batak lainnya juga berjuang menggolkan Provinsi Tapanuli sebagai upaya mengangkat Tapanuli dari peta kemiskinan. Namun hingga ia menghembuskan nafas terakhir, Provinsi Tapanuli yang ia cita-citakan tak kunjung terbentuk.
Baca Juga: Pasien Meninggal Dunia, RSUD Sidikalang Dituding Tolak Rujukan dan Ambulans Tak Tersedia Pria kelahiran 31 Agustus 1946 di Desa Hutabulu Mejan Balige ini merantau ke Kota Medan, selepas tamat STM bermodal "dengkul". Ia sempat bertahun menjadi kuli bangunan kemudian tukang dan pemborong bangunan.
Berbekal keahlian tukang dan pemborong bangunan, Djumongkas sempat bekerja di BUMN PT Nindya Karya. Setelah merasa memiliki modal, ia kemudian membuka usaha jasa transportasi.
Editor
: Wilfred Manullang