Lubukpakam(harianSIB.com)
Puluhan pedagang yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin Lubukpakam atau yang akrab disebut pasar 3, mendatangi DPRD Deliserdang, memprotes pekerjaan pembongkaran parit jalan, karena pekerjaan itu membuat usaha dagang mereka terganggu, Rabu (28/1/2026).
Pedagang yang didominasi ibu-ibu memprotes bahwa pekerjaan pembongkaran parit itu tidak disosialisasikan sebelumnya kepada pedagang, sementara akibat pekerjaan itu, sambungan pipa air bersih banyak terputus, dan sedimen (lumpur) dibiarkan terletak di pinggir parit.
"Kami datang untuk minta penjelasan dari anggota dewan sebagai wakil rakyat. Kenapa penutup parit dibuka tanpa pemberitahuan. Kami tanya petugas kebersihan katanya untuk membersihkan parit. Kami lihat itu tidak dibersihkan," ujar Boru Purba salah seorang pedagang.
Akibat pembongkaran itu, dagangan mereka tidak laku, karena jalan mau masuk ke ruko pun sudah tertutup.
Baca Juga: Terminal Siborongborong Dikembalikan ke Fungsi Semula, Puluhan PKL Ditertibkan "Jalan pembeli masuk ke ruko sudah tertutup, Kami sewa ruko, bukan murah sewanya. Kemarin
Disperindag bilang sudah bisa disambung rukonya. Kalau akses pun nggak ada apa artinya kami sewa ruko mahal-mahal," kata Boru Purba.
Saat mendatangi gedung DPRD, beberapa pedagang membawa tulisan di karton dengan tulisan menghujat Bupati Deliserdang.