Medan(harianSIB.com)
Tokoh Pemuda Karo, Sudarto Sitepu, meminta Bupati Karo bersama DPRD Karo untuk merumuskan tata cara, waktu, dan pembiayaan pelaksanaan pesta perkawinan adat Karo agar lebih efisien, tanpa mengurangi nilai kesakralan, budaya dan adat istiadat yang telah diwariskan para leluhur.
Menurut Sudarto kepada wartawan, Jumat (30/1/2026) melalui telepon di Medan, pelaksanaan pesta adat Karo khususnya dalam perkawinan, selama ini dinilai terlalu menyita waktu dan biaya masyarakat. Kondisi tersebut bahkan kerap menimbulkan beban psikologis, terutama bagi orang tua dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Sudarto yang juga artis dan pencipta lagu-lagu Karo ini menegaskan, gagasan efisiensi ini bukan dimaksudkan untuk menghilangkan atau mereduksi nilai budaya Karo, melainkan menata kembali pelaksanaannya agar lebih relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini.
Baca Juga: Bupati Karo Tinjau Korban Kebakaran di Desa Lingga "Tidak ada niat mengurangi kesakralan adat Karo. Justru yang kita dorong, bagaimana adat tetap dijalankan secara utuh, tetapi waktunya lebih singkat dan biayanya tidak terlalu besar," ujar Sudarto.
Tokoh kharismatik yang juga mantan anggota DPRD Karo dua periode itu menilai, besarnya biaya pesta perkawinan adat serta pelaksanaannya yang bisa memakan waktu minimal dua hari, kerap membuat para orang tua merasa terbebani saat harus menikahkan putra-putrinya.
Editor
: Robert Banjarnahor