Medan(harianSIB.com)
Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar, menegaskan bahwa transformasi fundamental terhadap peran negara dalam menyediakan lapangan kerja adalah kunci utama bagi kedaulatan dan martabat setiap warga negara.
Hal itu dikatakannya kepada Jurnalis SIB News Network (SNN) di Medan, Kamis (19/2/2026). Dalam pandangannya, jika pemerintah sungguh-sungguh menjalankan amanat Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 dengan membentuk Kementerian Pengadaan Pekerjaan, maka negara tidak perlu lagi terjebak dalam praktik mikromanajemen terhadap urusan domestik rakyat.
Siregar berargumen bahwa ketika setiap individu yang bersedia bekerja diberikan kesempatan yang layak dan produktif oleh negara, maka mereka secara otomatis akan memiliki kemampuan ekonomi dan otonomi untuk menentukan hidupnya sendiri tanpa harus diatur oleh skema bantuan sosial yang sering kali mendikte jadwal makan, pilihan menu, hingga urusan pendidikan anak.
Siregar menjelaskan, pemberian jaminan kerja bukan sekadar tentang pemenuhan kebutuhan finansial keluarga, melainkan instrumen vital untuk mendongkrak harkat dan martabat manusia.
Baca Juga: Akademisi: Mundurnya Sejumlah Kadis di Pemprovsu Jadi Anomali dalam Budaya Birokrasi "Secara filosofis, kemandirian yang lahir dari pekerjaan yang dijamin negara akan membebaskan rakyat dari ketergantungan pada belas kasihan birokrasi yang bersifat karitatif," katanya.
Dalam kerangka pemikiran TH Marshall mengenai kewarganegaraan sosial, lanjut Siregar, pemenuhan hak atas partisipasi produktif ini merupakan pilar tertinggi yang memperteguh posisi negara sebagai penanggung jawab struktural.
Editor
: Wilfred Manullang