Rantauprapat (harianSIB.com)
Ruas Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, berubah drastis menjadi 'sirkuit' dadakan oleh puluhan anak muda yang hobi balapan sepeda motor. Seribuan warga tumpah ruah memadati lokasi 'arena' menyaksikan aksi balap liar yang digelar secara terbuka di jalan umum tengah kota itu.
Menurut warga sekitar, aksi balap liar itu berlangsung Sabtu (21/2/2026) tengah malam hingga Minggu (22/2/2026) subuh. Banyak warga merasa terganggu namun tidak dapat berbuat apa, dan sebagian menganggapnya hiburan menunggu sahur.
Para penonton didominasi remaja dan anak muda. Ada juga beberapa di antaranya perempuan muda. Mereka memadati tepi jalan untuk menyaksikan sepeda motor yang dipacu dengan kecepatan tinggi. Suasana malam yang biasanya relatif lengang berubah riuh oleh sorak sorai dan deru mesin kendaraan para pembalap.
Baca Juga: Jaga Ketertiban Malam, Polres Pematangsiantar Tertibkan Delapan Motor Berknalpot Brong Aksi kebut-kebutan berlangsung di sepanjang jalan umum tersebut hingga ke arah Kantor Bupati Labuhanbatu. Titik kumpul start-finish mulai dari depan gerai Mie Gacoan, area SPBU Simpang Mangga Rantauprapat.
Kerumunan warga yang berdiri rapat di sisi kiri dan kanan jalan membuat arus lalu lintas tersendat hingga ke Suzuya Mall. Sejumlah pengendara sepeda motor, mobil, bus dan truk yang melintas terpaksa berhenti sejenak atau memperlambat laju kendaraan untuk menghindari risiko. Apalagi saat para pembalap sedang bersiap dan berjejer di 'garis start', kendaraan wajib berhenti karena takut dianggap menghambat balapan.
Sepeda motor yang digunakan peserta mulai dari RX King hingga motor bebek 4 tak yang telah dimodifikasi. Suara bising knalpot brong memecah malam itu. Selain mengganggu kenyamanan warga sekitar dan pengendara lain, aksi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pembalap, penonton, maupun pengguna jalan lainnya.
Situasi semakin rawan ketika sebagian penonton nekad berdiri mendekati lintasan 'sirkuit' dadakan tersebut. Tidak adanya pembatas antara arena balap dan kerumunan membuat potensi kecelakaan terbuka lebar. Kendaraan roda 2, mobil, bus dan truk yang hendak melintas harus ekstra hati-hati.
Pengunjung SPBU di sekitar lokasi pun mengaku was-was. Kendaraan yang hendak mengisi BBM dan keluar dari pengisian bahan bakar terhambat oleh aksi balapan dan padatnya kerumunan warga. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu insiden yang tidak diinginkan.
Warga menyebut, hingga aksi balap liar berakhir menjelang sahur, tidak terlihat adanya penertiban di lokasi. Namun sebelum aksi balap liar itu berlangsung, polisi bersama Satpol PP baru saja melakukan patroli di lokasi SPBU Simpang Mangga. Warga berharap pihak berwenang segera mengambil langkah preventif, mengingat dampaknya mengganggu ketertiban umum dan dapat membahayakan keselamatan bersama.
Ada juga warga yang menginginkan solusi jangka panjang, seperti pembinaan dan penyediaan wadah resmi bagi pecinta otomotif. Dengan demikian, hobi dapat tersalurkan secara aman tanpa harus mengorbankan keselamatan di jalan raya. (**)