Medan(harianSIB.com)
Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Sumut Aswin Parinduri mengatakan, ruas jalan dan jembatan Merah–Muarasoma di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kerusakan berat hingga nyaris putus dan mengancam akses transportasi utama masyarakat Pantai Barat, sehingga berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi, jika tidak segera ditangani.
"Kita mendesak Pemprov Sumut Cq Dinas PUPR Sumut segera turun tangan melakukan penanganan darurat, sebelum jalur vital tersebut benar-benar terputus, mengingat saat ini jalur vital di kawasan tersebut hanya tinggal 20–30 persen lagi yang layak dilintasi," ujar Aswin Parinduri kepada wartawan, Selasa (24/2/2026) melalui telepon dari Madina.
Menurut Aswin, dalam pertemuannya dengan masyarakat saat pelaksanaan Reses II Tahun Sidang II 2025–2026 yang berlangsung, 14–21 Februari 2026, mereka mendesak agar jalan dan jembatan yang sudah rusak parah tersebut segera diperbaiki.
"Masyarakat dari Desa Batu Sondat (Kecamatan Batahan), Desa Manisak (Kecamatan Rantau Baek), Desa Lobung dan Desa Kampung Baru (Kecamatan Lingga Bayu), serta Desa Tombang Kaluang dan Desa Bangkelang (Kecamatan Batang Natal) bersama unsur Muspika, tokoh masyarakat dan perwakilan kecamatan, berharap agar Pemprov Sumut segera melakukan perbaikan," ujar Aswin.
Baca Juga: Jelang Idulfitri 2026, Pemprov Sumut Perketat Pengawasan Harga dan Gencarkan Operasi Pasar Menurut politisi Partai Golkar ini, masyarakat sangat mengeluhkan kondisi badan jalan yang amblas, akibat tergerus banjir tahun lalu dan hingga kini belum mendapat penanganan maksimal. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju pusat kabupaten serta penghubung kawasan
Pantai Barat.
Dari hasil peninjauan lapangan, tambah Aswin, sejumlah titik badan jalan terlihat mengalami penggerusan serius dan berada di bibir jurang. Arus lalu lintas terganggu dan membahayakan pengendara yang melintas, terutama pada malam hari dan saat hujan.