Medan(harianSIB.com)
Pemprov Sumut membutuhkan anggaran sekitar Rp30,5 triliun untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota pada 25–26 November 2025. Hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak pun ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2026.
Kepala Tim Posko Darurat Bencana Sumatera Utara Basarin Yunus Tanjung memaparkan bahwa masa tanggap darurat telah resmi berakhir dan pemerintah kini memasuki tahap transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) sudah kita susun. Estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp30,5 triliun untuk periode 2026 hingga 2028. Ini akan kita usulkan ke kementerian terkait dan BNPB untuk dukungan pembiayaan," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (25/2/2026).
Bencana yang terjadi sejak status tanggap darurat ditetapkan 27 November 2025 tersebut berdampak luas. Wilayah paling parah terdampak antara lain Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Kabupaten Dairi dan Humbang Hasundutan.
Baca Juga: Frans Dante Ginting Desak Satgas Pangan Sumut Sikat Spekulan dan Penimbun Sembako Jelang Ramadan Total korban meninggal dunia tercatat 376 jiwa, bertambah satu setelah ditemukannya korban terbaru. Sementara itu, 40 orang masih dinyatakan hilang.
Basarin menjelaskan pencarian masif telah dihentikan seiring berakhirnya masa tanggap darurat. Namun, jika dalam proses perbaikan infrastruktur atau pembangunan rumah ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, pencarian akan kembali dilanjutkan.
Editor
: Robert Banjarnahor