Medan (harianSIB.com)
Anggota Komisi B DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala SE, mengaku sangat prihatin masih adanya siswa yang belajar di tenda darurat pascabanjir dan longsor di Sumatra yang terjadi 4 bulan lalu atau November 2025 lalu, sehingga pemerintah perlu didorong percepat rehabilitasi sekolah, agar proses belajar kembali normal.
"Dunia pendidikan seharusnya menjadi sektor yang mendapat prioritas utama dalam percepatan rehabilitasi pascabencana, jangan sampai para siswa tetap mengikuti proses belajar-mengajar di tenda darurat sampai berbulan-bulan lamanya," katanya kepada wartawan, Senin (9/3/2026), di DPRD Sumut.
Penegasan itu disampaikan politisi PDI Perjuangan ini menanggapi berita SIB edisi Senin (9/3/2026), terkait pernyataan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian, masih adanya siswa yang belajar di tenda darurat pascabanjir dan longsor di Sumatra, sehingga menimbulkan berbagai tanggapan keprihatinan dari berbagai pihak.
"Anak-anak kita berhak mendapatkan fasilitas belajar yang layak, aman dan nyaman. Jika hingga empat bulan pascabencana mereka masih belajar di tenda, tentu ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak," ujarnya.
Baca Juga: IKA DPRD SU Gelar Bhakti Sosial di Panti Asuhan Al Marhamah Medan Anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini menegaskan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Selain itu, tambahnya, koordinasi antara kementerian terkait, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota harus lebih diperkuat agar penanganan tidak berjalan lambat.