Lubukpakam(harianSIB.com)
Anggota Komisi I DPRD Deliserdang, H Rakhmadsyah SH, sangat menyesalkan layanan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026 dari Bank Indonesia, di daerah Medan sekitarnya, karena hampir seluruh Bank yang sudah didatanginya tidak bisa melayani penukaran uang rupiah baru.
Penukaran uang rupiah baru itu tidak ditemukan pada Bank yang disebut merupakan satuan kerja kas Bank Indonesia, namun tersedia di jasa penukaran uang baru yang berada di Lapangan Merdeka Medan, namun dengan pasang tarif jasa penukaran yang mencapai 30 persen dari nilai nominal uang yang akan ditukarkan.
Hal itu disampaikannya, pada sejumlah wartawan, Kamis (12/3/2026) di Lubukpakam, sembari menuding bahwa Semarak Rupiah Ramadan menyambut perayaan Idulfitri 1447-H Bank Indonesia, terindikasi oknum mafia.
"Jadi kita beli uang baru pecahan lima ribu rupiah sebanyak satu juta rupiah, sebanyak dua blok. Kita harus bayar satu juta tiga ratus rupiah. Ini luar bisa memang, agar menjadi perhatian Bank Indonesia, apakah di dalamnya ada oknum-oknum mafia bermain tentang kebutuhan pecahan uang baru" jelasnya.
Baca Juga: Wali Kota Tebingtinggi Hadiri Rakorwil P2DD Sumut, Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah Menurutnya, situasi itu terindikasi adanya oknum mafia di
Bank Indonesia, yaitu mafia penukaran pecahan uang baru. "Hal itu terbukti bahwa jasa penukaran uang baru di
Lapangan Merdeka Medan, beredar" tambahnya.
Penukaran uang baru, berapa saja kita butuhkan ada, tetapi dengan harga tukar untuk Rp 1.000.000, harus bayar Rp 1.300.000, ungkapnya.
Editor
: Wilfred Manullang