Medan(harianSIB.com)
Layanan pengasuhan dan stimulasi dini yang terjangkau dan berkualitas adalah salah satu kunci pengembangan generasi emas 2045, yang akan menjadi bonus demografi. Sejumlah 70% penduduk usia produktif (15-64 tahun) diharapkan menjadi penggerak ekonomi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Mewujudkan hal tersebut dibutuhkan program pengasuhan dan stimulasi dini, yang mudah diakses dan terstruktur, agar semua keluarga dengan anak di bawah usia 3 tahun mendapatkan layanan pengasuhan dan stimulasi dini yang terjangkau dan berkualitas.
Hal ini terungkap dalam pertemuan bersama Tanoto Foundation Sumatra Utara, Kamis (12/3/2026) di Grand Cityhall Hotel Medan. Program peningkatan layanan stimulasi anak usia dini, menjadi salah satu program utama Tanoto Foundation, di Provinsi Sumatera Utara, salah satu wilayah dampinganya adalah di Desa Kutadame, Kecamatan Kerajaan, Pakpak Bharat. Saat ini sedang dalam tahap persiapan pelaksanaan program serupa di Kota Medan dan Pematangsiantar.
Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva dalam paparannya menyampaikan bahwa Tanoto Foundation berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia dengan berkontribusi pada pencegahan stunting, stimulasi dini, keterampilan pengasuhan anak, kesehatan ibu dan bayi, serta kualitas pendidikan prasekolah.
Baca Juga: Ramadan 1447 H, PT KIP Kampungpajak Santuni 97 Yatim dan Duafa "Rumah
Anak SIGAP adalah inisiatif berbasis komunitas yang bertujuan untuk mempromosikan layanan stimulasi dini atau pengasuhan yang berkelanjutan dan terjangkau, dengan mengoptimalkan modalitas lokal. Pendampingan ini dipilih sebagai ruang pembelajaran awal untuk menguji pendekatan layanan stimulasi dini, sebagai inisiatif percontohan untuk memperkuat peran layanan kesehatan, membangun ekosistem tumbuh kembang anak, yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Sejak tahun lalu telah berjalan di Pakpak Bharat, saat ini sedang berproses bersama Badan Perencanaan Daerah, Kota Medan dan Pematangsiantar," ungkap Medi.
Pendekatan ini katanya, memastikan bahwa layanan stimulasi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari praktik layanan kesehatan yang terjadwal dan berkelanjutan. Posyandu berfungsi sebagai ruang edukasi publik untuk membangun pemahaman dan kesadaran orang tua mengenai pentingnya stimulasi perkembangan anak. Edukasi dilakukan secara berkelanjutan melalui sesi bulanan Posyandu, kegiatan desa serta kunjungan rumah, dengan dukungan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang sederhana dan mudah dipahami.