Langkat(harianSIB.com)
Sebanyak 50 mahasiswa yang tergabung dalam Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Universitas Negeri Medan (Unimed) membangun instalasi pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) di Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat. Fasilitas ini mampu menghasilkan air siap minum hingga 800 liter per menit untuk membantu warga pascabencana banjir.
Program bertajuk "Mahasiswa Berdampak Bencana 2026" itu dilaksanakan selama sebulan penuh sebagai upaya pemulihan pascabencana banjir yang terjadi pada November 2025. Banjir tersebut merusak fasilitas umum dan mencemari sumber air warga, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.
WTP yang dibangun di Masjid Nurul Huda, Dusun VI, menghasilkan air sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Kehadiran fasilitas ini menjadi solusi atas krisis air bersih yang selama ini dialami warga.
Selain pembangunan infrastruktur, mahasiswa juga menggelar berbagai kegiatan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat. Di antaranya pelatihan pertolongan pertama, perawatan keluarga, tanggap bencana, serta dukungan psikososial bagi warga terdampak.
Baca Juga: Mahasiswa Korps Sukarela PMI Bangun Instalasi Air Bersih di Desa Terdampak Banjir Langkat Program ini turut memperkuat peran kelembagaan lokal. Kelompok PKK didorong menjadi pengelola layanan
air bersih berbasis komunitas sekaligus agen edukasi kesehatan keluarga. Sementara Karang Taruna dilibatkan dalam operasional distribusi air dan kegiatan sosial di desa.
Mahasiswa tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga terlibat dalam perancangan, instalasi hingga pendampingan operasional WTP. Mereka juga memberikan pendampingan manajemen organisasi dan tata kelola layanan air bersih agar berjalan transparan dan berkelanjutan.