Medan (SIB)- Yayasan Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera (KIPPAS) menggelar dialog dengan elemen jurnalis dan mahasiswa, Sabtu (17/5) dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di kantor Kippas, Komplek Pemda Sempakata Tanjungsari Medan.
Dialog interaktif tersebut dipandu Direktur Kippas J Anto di dampingi staff Pilli dan Santi bertema â€Kesiapan Sumut Menghadapi MEA dengan keberagaman budaya.
"Kita harus siap menghadapi MEA mendatang, untuk mengantisipasinya kita harus membekali diri dengan berbagai pengetahuan global seperti bahasa asing, dan tentunya kesadaran akan toleransi perlu ditingkatkan mengingat kita akan kedatangan berbagai budaya baru dengan hadirnya MEA. Sehingga kerukunan akan terus tercipta mengingat Sumut merupakan masyarakat yang multi kultural" ujar J Anto ketika membuka dialog .
Dialog interaktif tersebut membuka wawasan para mahasiswa tentang pentingnya persiapan menyambut MEA mendatang. "Tanpa persiapan kita akan tertinggal, dan kalah bersaing dengan pekerja asing, jadi adik-adik mahasiswa perlu diberi pemikiran yang bernuansa kompetensi sehingga ketika nantinya berhadapan dengan MEA sudah lebih terbuka dan bisa bersaing dengan para pendatang" tambahnya.
Acara tersebut diikuti sejumlah mahasiswa pers kampus yang sangat antusias memberikan pertanyaan dan menanggapi isu-isu MEA. Karena mereka banyak belum begitu memahami sepenuhnya tentang MEA.
Dijelaskan J Anto dalam dialog tersebut bahwa Indonesia dan negara-negara di wilayah Asia Tenggara akan membentuk sebuah kawasan yang terintegrasi yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA merupakan bentuk realisasi dari tujuan akhir integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia.
Dialog yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut dihadiri utusan dari berbagai universitas di Medan. Salah seorang mahasiswa, Fajar (21 ) berharap agar dialog semacam ini terus dilakukan secara periodik untuk membahas hal-hal yang berkembang tidak hanya di Sumut, tetapi juga nasional dan regional ."Acara semacam ini sangat baik untuk membuka cakrawala berfikir kita " ujarnya . (Dik-DH/c)
Direktur Yayasan Kippas J Anto saat memberi penjelasan tentang apa itu MEA dihadapan mahasiswa dan pers kampus pada dialog interaktif yang digelar di Kantor Kippas, Komplek Pemda Tanjungsari Medan, Sabtu (17/5).