Makan Malam Bersama Kepala BKPM, Gubsu Keluhkan Soal Listrik

- Selasa, 19 Mei 2015 10:54 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Medan (SIB)- Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengeluhkan kondisi kelistrikan di Sumut yang lama mengalami defisit. Keluhan itu disampaikannya langsung di hadapan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Frenky Sibarani.

Listrik, kata Gubsu, merupakan infrastruktur terpenting untuk meningkatkan investasi serta mendatangkan investor selama ini defisit listrik selalu menjadi persoalan bagi kalangan investor.  Sumut dianggap tidak mampu menjamin persoalan itu. Namun  Juli mendatang persoalan defisit listrik Sumut mulai teratasi, dengan akan diresmikannya  dua pembangkit listrik di Pangkalan Susu, dan Nagan Raya, Aceh.

Selain itu, ujar Gubsu, sebantar lagi akan dilakukan groundbreaking Power Plant Batang Toru. “Mohon di gesa pembangunan PLTA Asahan III yang izin prinsipnya sudah lama kami keluarkan, namun hingga kini masih terkendala pembangunannya. Demikian juga izin-izin pembangkit mini hidro yang sudah dikeluarkan namun masih ada idle pembangunannya, mohon dievaluasi,” kata Gubsu saat menjamu Kepala BKPM RI di rumah dinas Gubsu, Minggu  (17/5) malam.

Hadir dalam acara makan malam bersama itu, Kapoldasu Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Pangkosek Hanudnas III Kol (Pnb) Arief Mustofa, Kepala Badan Investasi dan Penanaman Modal Daerah Prov Sumut Hj Purnama Dewi Konjen Negara Belanda, India, Cina dan Jepang di Sumut. Puluhan investor asal delapan negara yang hadir yaitu Korea, Jepang, Dubai-Uni Emirat Arab, Taiwan, Inggris, SIngapura, Cina dan Australia.    

Gubsu juga mengatakan kelistrikan Sumut saat ini masih mengalami krisis 300 MW. Sementara kebutuhan listrik berkisar 1.700MW sementara ketersediaan listrik di Sumut cuma 1.400 MW.

Sebenarnya, katanya, kekurangan listrik ini bisa membuka peluang bagi investor khusus kelistrikan untuk menamkan modalnya. "Potensi air dan panas bumi atau geothermal serta potensi biomassa perlu segera dimanfaatkan secara maksimal, sehingga krisis listrik dapat terselesaikan," katanya.

Kepala BKPM Frenky Sibarani menanggapi pidato Gubsu soal investor listrik di Sumut yang masih tertunda menegaskan pihaknya akan mencabut investor yang tidak merealisasikan investasi dalam waktu yang lama. “Saya akan minta PLN mencabut izin, kalau izin yang sudah diberikan tidak direalisasikan cabut saja. Banyak yang mau. Kita perlu ketegasan,” ujar Frenky.  

Sumut menurut Frenky, memiliki banyak potensi yang bisa ditawarkan kepada investor. Saat ini pihaknya baru menawarkan Sei Mangkei dan Kuala Tanjung sebagaimana arahan Presiden  Joko Widodo.

“Sebetulnya lebih banyak lagi yang mau dijual, namun waktu kita terbatas. Sehingga pertemuan kali ini penting untuk menggelar potensi daerah. Seoptimal mungkin dipaparkan, kita akan melakuka visit bila diperlukan, katanya.

Frenky kemudian memperkenalkan para penghubung di delapan negara yang disebutnya sebagai marketing dan memboyong para investor hadir pada malam itu yang berasal dari Korea (15 investor), 10 investor diantaranya adalah investor di bidang energi. (A14/w)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Aksi Damai Aliansi Umat Islam Kota Medan Bentang Terpal di Jalan Depan Kantor Wali Kota Medan

Medan Sekitarnya

Sejumlah Massa Umat Islam Pendukung SE Wali Kota Medan Mulai Berdatangan

Medan Sekitarnya

Polda Sumut Tindak Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina

Medan Sekitarnya

Polsek STR Sambangi Warga Lewat Program DDS

Medan Sekitarnya

Warga Dua Desa Protes Pemasangan Portal Jalan Oleh PTPN 4 Kebun Sei Putih Galang

Medan Sekitarnya

Polres Labuhanbatu Sita 30 Kg Sabu dan 30 Ribu Ekstasi, Nilai Rp39 Miliar