Beringin (SIB)- Pembangunan rel ganda kereta api Bandara Kuala Namu sampai Desa Araskabu Kecamatan Beringin hingga kini masih terkendala pembebasan lahan. Pasalnya puluhan warga yang telah mengolah lahan yang akan digunakan untuk proyek pembangunan rel ganda kereta api itu menolak ganti rugi yang diberikan PT KAI lahan yang akan digunakan pun tidak memiliki batas yang pasti, sehingga warga takut lahannya akan diserobot.Informasi yang dihimpun SIB, Jumat (22/5) dari seorang warga yang menolak ganti rugi, Juminten Saragih (57) warga Desa Araskabu, lahannya seluas 2 rante yang digunakan untuk proyek rel ganda kereta api bandara Kualanamu belum juga rampung penyelesaian anggarannya.Namun menurut Juminten meskipun sudah ada pertemuan dengan DPRD Deliserdang, Badan Pertanahan Nasional Deli Serdang dan PT KAI belum juga menemukan titik kesepakatan, sehingga bukan saja dirinya, bahkan puluhan warga sangat menyesalkan sikap anggota DPRD Deliserdang yang tidak peduli dengan nasib mereka ,†Paling tidak sudah ada 3 kali pertemuan tapi belum menemukan titik terang, terkesan pertemuannya sia-sia,†kata Juminten.Lanjutnya, Rabu (13/5) lalu kembali dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) di ruang rapat Komisi A DPRD Deliserdang dengan Balai Teknik Perkeretapian Sumatera bagian utara, Kepala Divisi Regional PT KAI Medan, Kepala BPN Deliserdang. Namun sayangnya dalam pertemuan itu hanya 3 anggota DPRD Komisi A yang hadir sedangkan pihak dari BPN tidak hadir.†Dalam pertemuan itu perwakilan BPN Deliserdang tidak hadir. Dewan belum juga bisa membantu untuk membuat kesimpulan,â€tegasnya.Juminten mengatakan PT KAI akan melakukan pengukuran ulang terhadap lahannya dan lahan warga lainnya yang telah digunakan untuk proyek rel ganda kereta api bandara Kuala, namun rencana pengkuran ulang belum diketahui kapan terlaksana padahal lahan warga ini masih tahap pengerasan. Sedangkan ditargetkan pada tahun 2017 proyek yang menelan anggran Rp 3,9 triliun ini harus rampung.Sementara, Linda Lubis selaku Ketua Komisi A DPRD Deliserdang kepada SIB mengatakan, pihaknya akan mendampingi masyarakat untuk melakukan pengukuran ulang terhadap lahan yang terimbas pembangunan rel ganda Kereta Api Bandara Kuala Namu. Namun dirinya tidak mengetahui kapan jadwal pengukuran ulang tersebut, " Kita akan dampingi warga saat mengukur ulang nantinya," ungkapnya.Manager Humas PT KAI Divre I Sumbagut, Rapino Situmorang membantah jika proyek rel ganda Kereta Api Bandara Kualanamu terhambat masalah pembebasan tanah. Menurutnya saat ini pembangunan rel ganda Kereta Api bandara Kuala Namu masih dikerjakan dan ditargetkan rampung tahun 2017 dan tidak ada kendala. Saat ini pembangunan rel ganda KA Kualanamu, dimulai dari bandara Kualanamu menuju Medan. Jika rampung, mulai Medan sampai Stasiun Bandar khalifah, Tembung akan memiliki jalur layang. (Dik-RH/w)