Medan (SIB)- Bila mengonsumsi beras yang diduga bercampur bahan sintetis plastik dipastikan akan mengakibatkan gangguan kesehatan dan dalam jangka pendek dipastikan mengakibatkan sakit perut, sembelit dan sulit buang air besar.Namun yang paling dikhawatirkan dalam jangka panjang akan mengakibatkan kerusakan hati, empedu serta ginjal dan akhirnya mengakibatkan kanker.Hal itu dikatakan, Sekretaris Umum Ikatan Dokter Indonesia Sumut dr Khairani Sukatendel SpOG menjawab SIB, Senin (25/5) menanggapi adanya dugaan korban diakibatkan beras plastik di Medan yang akhirnya mendapat perawatan di rumah sakit.Lebih lanjut, kata Khairani jika ada ditemukan beras yang diduga bercampur sintesis plastik dan jika secara fisik sulit dibedakan bila dikonsumsi tidak bisa dicerna karena tidak ada enzim di dalam tubuh yang mampu mencerna plastik. Dengan demikian, dipastikan akan mengakibatkan gangguan kesehatan dan proses pencernaan terganggu.“Nah, sebaiknya masyarakat jangan tergiur membeli beras murah dan berpenampilan sangat cantik.†Lebih baik mengonsumsi beras kampung yang dipastikan lebih baik untuk kesehatan,†kata Khairani.Kita juga sangat mengharapkan, instansi terkait melakukan monitoring ke lapangan, karena dikuatir akan mengakibatkan bencana karena ketidakmampuan masyarakat untuk melihat perbedaan fisik mana beras yang asli dengan beras plastik karena penampilannya sangat menarik.Dengan mengonsumsi secara terus menerus, tanpa adanya pengawasan dari pemerintah akan mengakibatkan banyak korban dan menambah banyaknya masyarakat yang akan menderita kerusakan hati, ginjal bahkan kanker yang bisa mengakibatkan kematian.(A05/d)