Medan (SIB)- Sekitar 85 unit rumah penduduk di Desa Sei Mencirim Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang porak-poranda dihantam angin puting beliung, yang terjadi Senin (25/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Seorang warga terpaksa dilarikan ke RS Umum terdekat akibat luka di bagian kepalanya terkena reruntuhan bahan bangunan.Tokoh masyarakat setempat, Sugeng Suheri ditemui di lokasi kejadian, Selasa (26/5) mengatakan, peristiwa yang sempat membuat ratusan masyarakat panik itu berawal sekitar pukul 18.30 WIB ketika hujan turun deras disusul kemudian angin kencang disertai petir. “Ada tiga rumah warga yang rusak total akibat diterjang angin puting beliung. Satu orang warga bernama Suhendra dilaporkan mengalami luka di bagian kepalanya,†ujar mantan kepala Desa Sei Mencirim tersebut.Menurutnya, rumah warga yang rusak berada di Dusun 2a, Dusun 3 dan 3a, Dusun 5, Dusun 6 , Dusun 7 dan 7a serta Dusun 8. Bahkan salah satu gedung sekolah yayasan Alhafis rusak dihantam angin puting beliung.Rosinda (37) salah seorang warga yang tinggal di Dusun 2a yang rumahnya rusak total akibat angin puting beliung mengaku masih trauma akibat kejadian tersebut. “Saat itu kami sedang berada di rumah pak, tiba-tiba terdengar suara angin cukup kencang dan langsung menyambar rumah kami hingga atapnya beterbangan dan dindingnya hancur,†ungkapnya.Untuk sementara waktu dia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya. Rosinda juga mengaku belum mendapat bantuan dari Pemkab Deliserdang. “Untuk sementara kami dan sejumlah warga lainnya terpaksa mengungsi pak menunggu rumah diperbaiki,†ujarnya memelas.Sementara itu, Sekcam Sunggal Rahmad S ketika dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan dari hasil pendataan sementara yang dilakukan pihaknya ada sekitar 85 rumah yang rusak akibat angin puting beliung tersebut. Saat ini pihak kecamatan telah mendirikan beberapa Posko bantuan. “Masih kita data berapa rumah warga yang rusak dan bantuan juga akan kita salurkan dari Pemkab,†pungkasnya. Di lokasi terpisah, 7 rumah warga di Dusun Sadar Timur dan Dusun Sadar Barat Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam juga porak-poranda dihantam puting beliung, Senin (25/5) malam. Selain rumah warga, beberapa pohon penghijauan di pinggir jalan juga tumbang. Tidak ada korban jiwa pada bencana alam itu, namun kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah. Bencana alam itu membuat lampu milik PLN sempat dipadamkan.Diantara 7 rumah warga yang mengalami kerusakan, satu rumah dengan bangunan gubuk milik Ati (40) dengan material dinding tepas dan atap rumbia serta lantai tanah hampir tumbang, sehingga tidak memungkinkan untuk ditempati. Selanjutnya rumah milik Kontributor Metro TV, Surya Dharma (39) warga Dusun Sadar Timur Desa Sekip, dengan kerusakan sebahagian atap seng lantai 2 rumahnya terbang.Sementara kerusakan bangunan yang paling parah terjadi pada rumah milik Ngadi (64) karena seluruh atap rumah beserta kayu penyangga dari bangunan permanen itu terbang ke areal persawahan dan rumah tetangga, bahkan tembok sebelah kanan rumahnya roboh. Selanjutnya seng rumah milik Ngadiman (60) rusak tertimpa pohon pepaya yang tumbang. Rumah milik Paino (44), dan Sobiran (64) sebahagian atap rumah terbang, sedang dinding dapur yang terbuat dari tepas milik Suwitno (59) dirusak angin puting beliung. (A24/h)