Medan (SIB)- Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi menandatangani kerjasama (MoU) dengan 5 General Manager (GM) PLN di Sumut di markas Bataliyon Kaveleri Asam Kumbang, Rabu (27/5). Kelima GM PLN yang menandatangani MoU tersebut yakni GM PLN Sumut Ir Dyananto, GM PLN UIP II Ir Robert Purba, GM PLN Pembangkitan Sumbagut Sugiyanto, GM PLN UIP I Ahmad Rofik dan GM Pengatur Transmisi Eko Yudo. Pangdam mengatakan, MoU ini ibaratnya ijab kabul yang harus dilaksanakan. Menjaga aset PLN ini pekerjaan mulia dan pekerjaan negara yang diamanahkan ke PLN. “Anda bisa bayangkan satu kabel saja putus listrik padam bisa buat kita bingung. Jadi kita jangan anggap enteng,†kata Edy.Tanggungjawab jelas Pangdam harus dilaksanakan karena TNI punya power dan skill. “Kalau tidak bisa aman, kita suruh pegang strum saja. Seperti di daerah Kodim Langkat, kalau pada masa datang masih ada tiang tower yang tumbang, nanti Dandimnya kita suruh pegang strum saja,†kata Pangdam yang mengundang tawa yang hadir.Sementara, GM PLN Sumut Dyananto menyampaikan terimakasih atas MoU tersebut yang sudah lama direncanakan. Dan diharapkannya dengan MoU ini ke depannya aset PLN dapat lebih terjaga dan aman karena merupakan aset negara. “Kalau jaringan PLN terjaga, maka penyaluran arus listrik aman sampai ke masyarakat, sehingga rakyat juga merasa nyaman,†katanya.Pada kesempatan itu, Dyananto menyerahkan bantuan dana dari PLN Regional Sumut peduli PSMS sebesar Rp100 juta . Menurut Dyananto, Pangdam Mayjen TNI Edy Rahmayadi adalah sosok yang sangat mendukung jayanya kembali PSMS.Seperti pernah diberitakan, tiang tower PLN antara Binjai –Langkat, berkali-kali ditumbangkan para maling, untuk mengambil besinya yang dijual hanya dengan harga Rp 2.500/kg, sementara harga tiang tower itu per unitnya mencapai Rp 1miliar.†Harga satu unit tiang tower itu sekitar Rp 1 miliar, kata Robert Purba. Selain itu akibat ditumbangkan tiang itu, penyaluran listrik ke Medan juga terhenti, sehingga PLN Sumut defisit dan harus ada pemadaman bergilir. (A01/ r)