Medan (SIB)- Komisi A DPRD Sumut menyerukan kepada seluruh masyarakat luas agar tidak resah menyikapi isu beras plastik di daerah ini, karena berdasarkan keterangan Kapoldasu Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo SH MSi, belum ada bukti beras plastik telah beredar di daerah ini.Namun demikian, lembaga legislatif mendesak Balai POM (Pengawas Obat dan Makanan), Dinkes (Dinas Kesehatan), Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Sumut dan Poldasu harus ekstra ketat melakukan pengawasan, jangan sampai beras plastik masuk Sumut.Seruan itu dilontarkan Ketua, Wakil Ketua dan anggota Komisi A DPRD Sumut Toni Togatorop, Dr Januari Siregar, FL Fernando Simanjuntak, Sutrisno Pangaribuan dan H Anhar Monel kepada wartawan, Selasa (26/5) di DPRD Sumut menanggapi semakin cemasnya masyarakat menyikapi peredaran beras plastik di Sumut.“Balai POM, Dinkes, Disperindagsu dan Poldasu kita minta agar ekstra keras membuktikan sekaligus melakukan penelitian terhadap peredaran beras plastik di daerah ini, guna menghindari kecemasan masyarakat. Jika sudah ada ditemukan, harus segera diteliti, apakah membahayakan bagi kesehatan atau hanya motif ekonomi dan politik semata,†tandas Sutrisno.Sutrisno bahkan menduga, isu peredaran beras plastik ini lebih condong kepada nuansa politis untuk memutuskan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Cina, apalagi disebut-sebut beras plastik ini berasal dari Cina. “Kita menduga isu ini untuk merusak hubungan perdagangan Indonesia dengan Cina,†tandasnya.Menurut Sutrisno, dari segi logikanya, jika benar beras plastik itu dicampur plastik, tentu memiliki kandungan plastik. Dari segi motif ekonomi, plastik lebih mahal daripada beras, sehingga tidak memungkinkan menggunakan biji plastik. “Saya menduga isu beras plastik ini hanya bermotif politis, agar hubungan Indonesia – Cina tidak lagi mesra,†katanya.Anhar Monel bahkan mengungkapkan pengalamannya, bahwa beras plastik ini sebenarnya sejak dulu sudah ada. Tapi pihaknya tidak mengetahui pasti, apakah kandungan beras plastik dahulu sama dengan beras plastik yang dihebohkan sekarang. “Di era tahun 60-an, pernah disebut beras atom yang diimpor dari Amerika. Beras ini biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia karena kualitasnya lebih bagus. Cuma pertanyaannya sekarang, apakah beras plastik ini sama dengan beras atom. Tidak kah membahayakan bagi kesehatan. Ini yang perlu dibuktikan,†tandasnya. Berkaitan dengan itu, Toni Togatorop dan Januari Siregar mendesak Balai POM, Dinkes, Disperindagsu dan Poldasu untuk segera membuktikan apakah beras plastik ini benar-benar sudah beredar di Sumut, agar masyarakat tidak terlalu resah. “Keinginan kita, jangan sampai masyarakat terus-terusan dilanda keresahan dan kecemasan. Jangan isu beras plastik ini dijadikan sensasional yang menyesatkan,†katanya.Sementara itu, Januari Siregar secara tegas mengatakan, jika benar beras plastik sudah beredar di Sumut, pihak kepolisian harus mengusut sindikat pemasoknya, karena tindakannya telah melakukan pelanggaran hukum, baik dari segi motif ekonomi maupun hukum tata niaga, karena hingga kini belum ada aturan ataupun izin impor beras plastik.(A03/ r)