Golkar Sumut Bentuk Tim Pilkada Seleksi Balon Kepala Daerah

- Senin, 01 Juni 2015 11:36 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Golkar Sumut membentuk tim pilkada (pemilihan kepala daerah) untuk menjaring dan menseleksi balon (bakal calon) Kepala daerah (Kdh)/wakil Kdh mengikuti Pilkada secara serentak di 23 kabupaten/kota di Sumut, meski proses hukum masih belum selesai. "Atas nama provinsi, kami sudah membentuk tim Pilkada untuk menjaring, menyeleksi sampai membawa kemenangan. Sampai saat ini tidak ada masalah dan tetap berjalan," ujar Wakil Ketua DPD Golkar Sumut Indra Alamsyah dan M Hanafiah Harahap kepada wartawan, Minggu (31/5) di Medan. Indra Alamsyah mengatakan, pihaknya terus mempersiapkan diri guna berpartisipasi dan memenangkan pemilihan, di antaranya dengan membentuk tim Pilkada yang dipimpin Irham Buana Nasution sebagai ketua tim dan Sodrul Fuad sebagai sekretaris. Terkait islah yang digulirkan pusat agar Golkar dapat mengikuti Pilkada, fungsionaris Golkar Sumut itu optimis ke depan tidak ada lagi Golkar dua kubu yang akan mengganggu konsentrasi kader dalam memenangkan pemilihan. Semua pihak akan menyatu sesuai tugas pokok dan fungsi masingmasing. "Sampai hari ini belum ada keputusan soal panitia bersama seperti diwacanakan. Tetapi berdasarkan perkembangan, kemungkinan bisa dilaksanakan. Intinya kita tidak mau hanya sekedar ikut Pilkada, tetapi harus bisa menang," sebutnya. Indra tidak menampik kemungkinan adanya perbedaan pilihan soal figur yang akan diusung dari Partai Golkar di Sumut mengingat kubu Agung juga melakukan hal yang sama. Namun hal itu akan bisa dicarikan solusi agar tidak terjadi perpecahan yag membuat soliditas partai di Sumut melemah. "Golkar tidak ingin mengulangi kesalahan dengan memaksakan kehendak. Kita harus mencari kemenangan. Jadi bukan sekedar ikut meramaikan," sebutnya. Solusi untuk menyikapi perbedaan pilihan kedua kubu soal figur bakal calon kepala daerah yang diusung, Indra mengatakan, pilihan logisnya adalah mengembalikannya kepada hasil survey, sehingga tidak ada yang merasa dimenangkan atau dikalahkan. Hanafiah Harahap juga merasa optimis jika proses islah yang diupayakan di pusat akan membawa Golkar ke arah lebih baik, sehingga dapat mengikuti Pilkada seperti partai lain. Sebab, soliditas kader di Sumut sudah cukup bagus apalagi untuk bisa memenangkan calon yang diusung partainya. "Kita tetap yakin kalau akan ada jalan (islah) yang baik untuk Golkar ke depannya," katanya. (A03/d)


Tag:

Berita Terkait