Belawan (SIB)- Petugas patroli Bea dan Cukai 15031 bekerjasama dengan personil TNI AL yang menggunakan Patkamla Combat Boat dan Ditpolairdasu menggagalkan penyelundupan belasan ribu karung bawang merah ilegal asal Malaysia yang diangkut Kapal Motor (KM) Lufti GT 50 No 2887/PPb.
Kapal yang dinahkodai AS (37) tersebut berikut muatannya serta 10 ABKnya diamankan petugas gabungan BC dan TNI AL serta Satpoair Tanjungbalai Asahan saat berada di Perairan Asahan dalam pelayaran menuju alur Kuala Bagan Asahan.
Diperoleh informasi, dalam aksi penindakan di laut tersebut petugas berwajib terpaksa meletuskan senjata api yang diarahkan ke udara untuk menghalau massa di antaranya dilengkapi senjata tajam yang berupaya menghalangi petugas diduga suruhan pemilik bawang merah ilegal berinisial HSa yang berada di atas KM Lufti.
Setelah massa bubar, petugas gabungan BC, TNI AL dan Satpolair kemudian menarik KM Lufti ke Dermaga BC Belawan.
Kakanwil Direktorat Jenderak Bea dan Cukai (DJBC) Sumut, Iyan R didamping Danlantamal I Laksamana Pertama TNI Yudo Margono SE serta Dirpolardasu Kombes Pol Tubuh M saat meninjau pembongkaran seratusan ton bawang merah ilegal itu di dermaga BC Belawan kepada wartawan Senin (1/6) mengatakan, KM Lufti berikut muatan serta seluruh awaknya ditangkap pada Minggu sore (31/5)
"Atas kerjasama BC, TNI AL dan Satpoair Tanjung Balai Asahan, yang kita tindak KM Lufti berbendera Indonesia, muatan empat belas ribu karung atau diperkirakan 180 ton bawang merah diduga tidak dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah," jelas Kakanwil BC Sumut.
Ia juga mengatakan, upaya penyelundupan bawang merah yang dilakukan kali ini ini merupakan kegiatan ilegal terbesar sejak bulan Januari 2015.
Danlantamal I Belawan membantah ketika dalam proses penindakan petugas ada meletuskan senjata api untuk membubarkan puluhan massa yang berada diatas kapal penyeludupan tersebut bermuatan seratusan ton bawang merah ilegal asal Malaysia tersebut.
Guna pengusutan lanjut nahkoda dan seluruh awak KM Lufti hingga Selasa (2/5) masih diamankan di Kanwil DJBC Sumut untuk menjalani pemeriksaan.
Saat sejumlah pekerja mebongkar muatan KM Lufti di Belawan petugas BC Sumut juga menurunkan satu ekor anjing pelacak untuk mendeteksi apakah Narkoba. Namun setelah beberapa kali mengitari tumpukan bawang merah maupun sudut tertentu KM. Lufti anjing pelacak tidak menemukan adanya narkoba. (A9/y)