Mutu Pendidikan di Sumut Anjlok

Pemprovsu Siapkan Anggaran Rp 195 Miliar untuk Tingkatkan Kualitas Guru

- Rabu, 12 Agustus 2015 11:32 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Pemprovsu menyiapkan anggaran Rp 195 miliar untuk peningkatan kualitas guru. Langkah itu menyikapi anjloknya mutu pendidikan di Sumut berdasarkan indeks prestasi yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal tersebut sebaiknya diapresiasi sebesar-besarnya agar kualitas guru sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.Hal itu dikatakan Sekretaris Dra Ernawati Hasibuan kepada SIB, Selasa (11/8) menyoal buruknya mutu pendidikan di Sumut dalam beberapa tahun ini. Menurutnya,  kondisi ini menjadi bahan renungan bagi pemangku kepentingan di Sumut khususnya kepada Disdik Sumut dan Gubsu, dimana berdasarkan evaluasi kurikulum 2013, Kemendikbud menggelar pertemuan dengan seluruh Kadis Pendidikan se- Indonesia untuk meminta sumbang pemikiran sekaligus mencari formula yang tepat bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah sesuai prototipe daerahnya masing-masing. Dijelaskan, dari pertemuan itu perhatian terbesar adalah bagaimana meningkatkan mutu guru terkait implementasi kurikulum 2013 dan sejauhmana kebijaksanaan telah dilakukan berdampak bagi dunia pendidikan akan lebih ditingkatkan. Lebih lanjut dikatakan, berbagai program dilakukan untuk peningkatan kualitas guru, di antaranya bimbingan teknik (Bimtek) tengah digelar Disdik Sumut  guna peningkatan kualitas guru atau tenaga pendidik serta posisi kepala sekolah sebagai manager di sekolah. "Kepala sekolah yang tahu, gurunya berkualitas atau tidak sehingga perhatian dan evaluasi dari kepsek sangat kita harapkan" harapnya. Katanya, Kepsek harus fokus dalam menjalankan tugasnya sehari-hari dan Jangan lagi memikirkan administrasi sekolah, Kepsek harus fokus dalam peningkatan kualitas guru di sekolah, Kepsek tidak dibenarkan lagi bolak-balik ke dinas kota hanya untuk membuat laporan dan segala macam bentuk administrasi sekolah dan sebaiknya dikerjakan tenaga administrasi di sekolah. "Sejalan dengan peraturan pemerintah yang merubah pola "asuh" tingkat satuan pendidikan, maka jika sebelumnya SMA/SMK urusan administrasinya ke Dinas Pendidikan Kota Medan, maka selambat-lambatnya tahun 2016 mendatang seluruh urusan tingkat pendidikan menengah ditangani Disdik Sumut," jelasnya Demikian juga guru akan berurusan  dengan Disdiksu sebagai induk organisasinya sehingga peningkatan kualitas guru makin lebih terpantau dan terarah karena sepenuhnya dipegang provinsi. Menyinggung soal kurikulum 2013, pihaknya kata Ernawati masih menunggu kebijakan Kemendikbud seperti apa implementasinya dan sesuai hasil tim evaluasi Kemendikbud telah mengeluarkan 3 opsi, namun Disdiksu tetap melanjutkan bintek tengah berlangsung. "Peningkatan kualitas guru, sudah harga mati, meski kurikulum 2013 jadi diimplementasi atau tidak," tegasnya. (A07/y)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Hakim Minta Kejagung Proses Hukum Pemilik Wilmar, Musim Mas dan Permata Hijau Grup: Terdakwa Hanya Karyawan!

Medan Sekitarnya

Penerima Bantuan Pangan di Sumut Naik Jadi 1,7 Juta KPM, Kebutuhan Beras dan Minyak Goreng Melonjak

Medan Sekitarnya

Eks Bos Wilmar Terbukti Bersalah di Kasus Suap Hakim, Lolos dari Kasus TPPU

Medan Sekitarnya

Usut Kasus Suap di Bea Cukai, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Jatim-Jateng

Medan Sekitarnya

Jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur Gelar Salat Gerhana Bulan

Medan Sekitarnya

Konflik AS–Israel vs Iran, Warga Ramai Cicil Emas di Pegadaian