Medan (SIB)- Indonesia sudah merdeka 70 tahun lamanya, namun belum dapat dikatakan kemerdekaan itu milik semua kalangan. Kodisi pendidikan di Sumatera Utara (Sumut) masih jauh dari apa yang diharapkan. Demikian dikatakan Efendi Panjaitan Ketua Komisi E DPRDSU yang membidangi pendidikan ketika ditemui di Kantor DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, selasa (11/8).Menurutnya, perhatian dan kepedulian Pemprovsu melalui Kadis Pendidikan dalam memajukan dunia pendidikan di Sumut masih sangat kurang Selain rendahnya kinerja, anggaran yang dialokasikan Pemprovsu untuk pendidikan pun masih minim sehingga menjadi faktor penyebab lambatnya kemajuan pendidikan di Sumut.Ia juga menyoroti adanya bongkar pasang kurikulum yang selalu berganti-ganti, seperti yang terjadi saat ini. Pemerintah tidak menjadikan pendidikan sebagai skala perioritas. Selain itu banyak cendekiawan yang lulus dari luar negeri tidak dihargai pemerintah.Ia menyebutkan, pemerintah daerah di Sumut sendiri sebaiknya memberikan terobosan baru untuk meningkatkan pelayanan dasar bidang kesehatan dan pendidikan.Disebutkannya, apalagi dalam menyambut era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebaiknya Sumut harus lebih memantapkan sumber daya manusianya, terlebih dari segi ketenagakerjaan maka kualitas pendidikan harus semakin ditingkatkan mutunya.Ia mengatakan, roda perekonomian atau sumber pendapatan yang selama ini hanya digerakkan oleh pajak masyarakat yang konsumtif akan produk-produk impor akan mematikan roda perekonomian dalam negeri.“Jadi arus yang paling besar adalah arus globalisasi, dan disini sangat dibutuhkan kesiapan sumber daya manusianya dengan cara meningkatkan mutu pendidikannya,â€kata Efendi Panjaitan. (DIK-AB/y)