Medan (SIB)- Drainase tumpat di Desa Helvetia Kecamatan Labuhandeli Kabupaten Deliserdang menimbulkan kepanikan dari masyarakat sekitar, karena setiap musim penghujan rumah-rumah penduduk maupun rumah anggota DPRD Sumut Drs H Hasaidin Daulay kebanjiran, sehingga masyarakat sangat berharap kepada Pemkab Deliserdang dan Pemprovsu melakukan pengerukan, agar arus air kembali lancar.Hal itu diungkapkan anggota DPRD Sumut Dapil III Kabupaten Deliserdang Drs H Hasaidin Daulay kepada wartawan, Rabu (12/8) di DPRD Sumut seusai reses di Desa Helvetia, Labuhandeli. Dalam kegiatan ini juga hadir dari UPT Distarukim Sumut Jonathan, Camat Labuhandeli ZA Hutagalung, Para Kades, LKMD dan ratusan masyarakat sekitar.Seperti yang diungkapkan tokoh masyarakat Amsal, Desa Helvetia daerah yang tidak jauh dari Sungai Deli dan Sungai Bederah, tapi akibat drainase tersumbat, menjadi dilematis, karena setiap musim penghujan terjadi banjir. “Bukan rumah masyarakat saja terkena banjir, tapi rumah anggota dewan juga kebanjiran,†ujarnya.Diakui masyarakat, terjadinya banjir di kawasan Desa Helvetia khususnya antara Dusun I – II sejak dibangunnya ruko-ruko di sepanjang Jalan Veteran yang kebanyakan tidak memiliki parit maupun control drainase, sehingga ketika musim hujan tiba, air menjadi tergenang.“Sejak tahun 1991, Jalan Veteran yang merupakan jalan akses ke Kabupaten Deliserdang dijadikan menjadi jalan propinsi, tidak pernah dilakukan pembenahan terhadap parit, sehingga air kerap tergenang. Masyarakat sudah pernah membuat parit dengan dana sendiri, tapi hasilnya tetap tidak maksimal dan tetap banjir. Ditambah lagi dibangunnya ruko tanpa parit,†katanya.Berkaitan dengan itu, masyarakat meminta Pemprovsu Cq Dinas Tarukim Sumut untuk segera turun tangan mengatasi tumpatnya drainase sekaligus membangun parit-parit di kawasan Desa Helvetia tembus ke Sungai Deli maupun Sungai Bederah, agar kawasan pemukiman mereka tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim penghujan.Menanggapi keluhan warga tersebut, UPT Dinas Tarukim Sumut Jonathan berjanji akan melakukan pengecekan secara langsung ke lapangan, guna mengetahui kondisi parit yang tumpat serta rencana pembuatan parit baru untuk membuang air secara langsung ke Sungai Deli maupun Sungai Bederah, agar Desa Helvetia tidak lagi langganan banjir.“Kita secepatnya melaksanakan survey ke lapangan dan secara teknis akan dikaji centra-centra drainase yang tumpat apakah masih memadai atau tidak dijadikan drainase membuang air ke kedua sungai yang ada di kawasan Desa Helvetia,†ujar Jonathan sembari meminta semua pihak melakukan teguran terhadap ruko-ruko agar membuat parit maupun memperhatikan salurannya.Sementara itu, Hasaidin Daulay juga melontarkan kekecewaannya terhadap pemilik Ruko yang berada di sepanjang Jalan Veteran Helvetia yang tidak memiliki parit. “Jangan sampai kita ribut baru pemilik Ruko membuat paritnya. Selama ini kita masih toleransi, segeralah membuat parit dengan lobang kontrol, agar drainase tidak tumpat, air bisa berjalan lancar,†katanya. (A03/f)