Medan (SIB) - Universitas Negeri Medan (Unimed) akan menindak tegas adanya kegiatan luar kampus yang dilakukan fakultas manapun di perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut pasca pembekalan awal mahasiswa baru (PAMB) yang berlangsung Kamis (13/8) hingga Jumat (14/8). Rektor Unimed, Prof Syawal Gultom mengatakan, kecuali kegiatan mata kuliah yang memerlukan kunjungan lapangan, pihaknya tidak akan mentolerir segala macam kegiatan luar kampus saat PAMB berlangsung, ataupun pasca PAMB. "Pasca (PAMB) ini, mahasiswa baru tidak boleh dibawa ke mana-mana. Kalau ada, pasti kita tindak. Kecuali mata kuliah memerlukan kunjungan lapangan. Jangankan saat PAMB, pasca PAMB saja tidak boleh," katanya saat membuka kegiatan PAMB 2015 di Gedung Serbaguna Unimed, Kamis (13/8). Langkah antisipatif tersebut menurut Syawal dilakukan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan tindakan plonco dilakukan pihak senior kepada juniornya. Bahkan, pada kegiatan PAMB tersebut, pihaknya melarang adanya tindakan perpeloncoan. "Tidak ada perpeloncoan. Yang ada itu pengarahan dari saya, pengarahan senat, pengarahan empat pembantu rektor. Untuk itu saja waktunya sudah habis. Mahasiswa tidak boleh diforsir mendengar pengarahan terus, karena dengan jumlah mahasiswa sebanyak ini tidak bagus, makanya diselingi hiburan dan kegiatan lain," kata Syawal. Di sisi lain, Syawal menyebutkan, dari 23 ribu mahasiswa yang saat ini belajar di Unimed, angka mahasiswa yang dikeluarkan atau drop out (DO) tidak sampai lima persen. Sementara untuk mahasiswa baru yang terdaftar saat ini berjumlah 5.116 orang. ASAL-ASALANSyawal menjelaskan, perubahan cara belajar jika dibandingkan dengan sekolah membuat pihak universitas memperkenalkan seluruh program yang ada di dalamnya, termasuk seperti apa cara belajar yang efektif di Perguruan Tinggi (PT) tersebut. "Jadi kegiatan ini dilakukan agar mahasiswa mengenal perguruan tinggi itu sebelum resmi jadi mahasiswa. Karena yang kita eksplorasi dari mahasiswa itu nantinya adalah kemampuan, kapasitas, prestasi dari mahasiswa. Pada awalnya mereka harus paham bahwa itulah tujuannya untuk jadi mahasiswa. Di dalam pikirannya harus tertanam, visi-misi PT," ungkapnya. Mahasiswa tidak bisa lagi berpendapat asal-asalan, harus berdasarkan data. Selanjutnya mahasiswa itu harus belajar bagaimana mengubah sikap dan prilaku. Karena standar kompetensi lulusan S1 itu tanggung jawab, karakter, konteks keindonesiaan, wawasan kemanusiaan, wawasan kebangsaan dan itulah yang ditingkatkan di Unimed," ungkapnya. Pelepasan merpati oleh para para petinggi di PTN tersebut menandai dibukanya kegiatan itu. Sementara itu, Ketua Senat mahasiswa Unimed, Muhammad Zulfachry meminta para mahasiswa baru untuk selalu bersyukur bisa menjadi bagian dari PTN tersebut lantaran tidak mudah untuk mendapatkannya. Juga diminta para mahasiswa untuk masuk dalam organisasi di kampus untuk menimba pengalaman berorganisasi. (A01/h)