HUT ke-70 Kemerdekaan RI

Pidato Bung Karno 70 Tahun Lalu Dikumandangkan Lagi di DPD PDIP Sumut

- Selasa, 18 Agustus 2015 09:22 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Pidato Bung Karno (Presiden I Republik Indonesia Soekarno) saat memproklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia 70 tahun lalu (17 Agustus 1945) dibacakan kembali dalam upacara HUT ke-70 RI yang dipimpin Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Japorman Saragih di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Sumut Jalan Hayam Wuruk Medan, Senin (17/8).Peserta upacara terdiri dari unsur wakil ketua, sekretaris dan wakil sekretaris DPD dan unsur DPC dan PAC se-Kota Medan mengikuti jalannya upacara dengan hikmad yang diawali dengan menaikkan bendera Merah Putih.Kemudian dilanjutkan membacakan teks Pancasila oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Medan Sastra. Pembukaan UUD 1945 dan pidato Bung Karno 70 tahun lalu dibacakan Japorman Saragih, serta doa disampaikan ustad Syahrul menurut agama Islam dan doa secara agama Kristen dibawakan Penyabar Nakhe.Dalam pidato proklamasi Bung Karno disebutkan. "Saya telah minta saudara-saudara hadir di sini menyaksikan satu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berdjoang untuk kemerdekaan tanah air kita, bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombangnja aksi kita untuk mentjapai kemerdekaan kita itu ada naiknja dan ada turunnja, tetapi jiwa kita tetap menuju kearah tjita-tjita. Djuga dalam djaman Djepang, usaha kita untuk mentjapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-henti. Di dalam djaman Djepang ini, tampaknja sadja kita menjandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakekatnja tetap kita menjusun tenaga kita sendiri, tetap kita pertjaja kepada kekuatan sendiri.Sekarang tibalah saatnja kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air didalam tangan kita sendiri. hanja bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya. maka kami tadi makam telah mengadakan musjawarat dengan pemuka-pemuka rakjat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusjawaratan itu seia-sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnja untuk menjatakan kemerdekaan kita. Saudara-saudara dengan ini kami njatakan kebulatan tekad itu. dengarkan proklamasi kami: Proklamasi"Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang menganai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggerakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Djakarta 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonensia Soekarno-Hatta". kata Japaorman Saragih dengan suara lantang membacakan teks pidato proklamasi Bung Karno pertama kali.Selanjutnya Japorman Saragih didampingi Sekretarisnya Drs Soetarto MSi menyebutkan, Bangsa Indonesia sudah merdeka 70 tahun merupakan usia cukup dewasa. Saatnya rakyat seluruh Indonesia bekerja keras bahu membahu dan gotong royong mengisi kemerdekaan, agar cita-cita Bung Karno mensejahterahkan bangsa Indonesia dapat diwujudkan. (A03/h)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Desak Dewas Periksa Pimpinan KPK

Medan Sekitarnya

Diduga Palsukan Surat Pembelian Tanah, Ibu Angkat dan Penjual Dilapor ke Polda Sumut

Medan Sekitarnya

Mudik Lebaran 2026, Bandara Kualanamu Layani 208.030 Penumpang

Medan Sekitarnya

Polres Labuhanbatu Amankan Perayaan Hagaf di Sungai Kualuh Labura Aman dan Lancar

Medan Sekitarnya

Polda Sumut Amankan Objek Wisata dan Arus Lalu Lintas

Medan Sekitarnya

Ombudsman Sumut Ajak Masyarakat Turut Awasi Layanan Publik