38 Bayi "Merdeka" Lahir di Kota Medan

- Selasa, 18 Agustus 2015 12:56 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib_38-Bayi---Merdeka---Lahir-di-Kota-Medan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Leo Bukit
BAYI “MERDEKA”: Bayi-bayi yang lahir tepat pada hari kemerdekaan Indonesia di RS Vina Estetica Medan, Senin (17/8).
Medan (SIB)- Sebanyak 38 bayi lahir tepat pada hari kemerdekaan Indonesia ke-70 tahun. Bayi tersebut lahir di sejumlah rumah sakit di Kota Medan seperti di RS Ibu dan Anak Rosiva, RS Bhakti, RS Vina Estetica, RS Sarah dan RS Ibu dan Anak Sri Ratu.Suster kamar bayi RS Vina Estetica Mayfrida Tampubolon mengatakan 10 bayi lahir di RS Vina Estetica Medan. "Tujuh bayi sudah lahir dan tiga lagi dalam proses lahir," katanya kepada SIB, Senin (17/8).Tujuh bayi yang telah lahir atas nama Rima Ayu, jenis kelamin perempuan, BB 3500 gr dan PB 50 cm. Bayi atas nama Lesna Uli Sitorus, jenis kelamin perempuan, BB 3100 gr dan PB 50 cm. Bayi atas nama Yenni Tambunan, jenis kelamin perempuan, BB 3200 gr dan PB 50 cm. Bayi atas nama Nova Feronika Sinaga, jenis kelamin, BB 3500 gr dan PB 50 cm.Selanjutnya, bayi atas nama Elisa Fitri, jenis kelamin perempuan, BB 3600 gr dan PB 50 cm. Bayi atas nama Uli Simalango, jenis kelamin perempuan, BB 3300 gr dan PB 49 cm. Bayi atas nama Ester Novelita, jenis kelamin laki-laki, BB 3700 gr dan PB 50 cm, kata Mayfrida didampingi Dessi Barus.Salah seorang orangtua bayi, T Sinaga (38) mengatakan anak ke tiganya lahir tepat pada hari kemerdekaan. "Anak sebelumnya sudah dua laki-laki yang lahir. Terima kasih kepada Tuhan yang sudah memberikan keturunan bagi keluarga saya," ujarnya sembari menambahkan anak ketiganya lahir melalui operasi karena jarak lahir anak kedua dan ketiganya terlalu dekat.Sementara, Front Office RS Sarah Medan, Dessy mengatakan enam bayi telah lahir, dan dua lagi sedang dalam proses persalinan. Jenis kelamin bayi yang sudah lahir, dua laki-laki dan empat perempuan," kata Dessy.Sedangkan di RS Ibu dan Anak Sri Ratu ada lima bayi yang lahir. Bayi tersebut atas nama Intan Mayduri Sembiring, jenis kelamin perempuan, BB 3200 gr dan PB 49. Bayi atas nama  Sofi Erika Manik, jenis kelamin perempuan, BB 3200 dan PB 50 cm. Bayi atas nama Lina, jenis kelamin laki-laki, BB 2800 gr dan PB 48 cm."Selanjutnya bayi atas nama Wili Ida Daniaty, jenis kelamin laki-laki, BB 3200 gr dan PB 47 cm. Bayi atas nama Amy Veronika Silalahi, jenis kelamin perempuan, BB 3200 gr dan PB 48 cm," ujar Kepala Keperawatan RS Ibu dan Anak Sri Ratu Murtyanti Damanik.Sementara itu di RS Ibu dan Anak Rosiva dalam hari kemerdekaan kemarin tercatat 12 bayi yang lahir. Pemilik RS Rosiva, Prof Dr Djafar Siddik SpOG (K) menuturkan, sejak pukul 00.00 WIB dini hari hingga menjelang siang sekitar pukul 11.00 WIB setidaknya ada tujuh bayi yang sudah lahir.Tiga diantaranya lahir normal dan empat yang lahir dengan operasi caesar bukan karena permintaan orangtuanya. Tapi karena adanya ada indikasi media, sehingga harus dioperasi. "Untuk sore ini ada sekitar lima ibu hamil dijadwalkan akan menjalankan operasi," ungkapnya.Biasanya, permintaan untuk operasi caesar selalu ada, dan itu pun harus memenuhi kriteria yang ada. "Misalkan, tidak tahan sakit, panggulnya kecil. Kalau tidak ada, dianjurkan persalinan normal. Kalau ada indikasi, kita langsung operasi dan ini hanya butuh waktu 20 menit saja," jelasnya lagi.Terpisah, di RS Bhakti, Jalan HM Joni Medan, A Hui (35) dan suaminya Yong Pokok (51), warga Rumah Susun Asia Mega Mas juga turut bahagia di hari kemerdekaan ini. Pasalnya, A Hui baru saja melahirkan 3 bayi laki-laki sekaligus melalui operasi caesar pukul 09.00 WIB. "Kami bahagia karena keponakan saya lahir kembar tiga dan di hari kemerdekaan RI. Dia tidak pernah USG," kata ipar A Hui, Yong Likim (57).Namun, Yong Likim masih bingung mengenai pembiayaan ketiga keponakannya. Ayah ketiga bayi itu pekerjaannya hanya mocok-mocok. Apalagi ketiga bayi itu harus dirujuk ke RS Bunda Thamrin itu karena berat badannya masing-masing 1 Kg. Dia berharap ada pihak dermawan yang mau membantu biaya perawatan ketiga bayi dan orangtuanya. (A21/h)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Hakim Minta Kejagung Proses Hukum Pemilik Wilmar, Musim Mas dan Permata Hijau Grup: Terdakwa Hanya Karyawan!

Medan Sekitarnya

Penerima Bantuan Pangan di Sumut Naik Jadi 1,7 Juta KPM, Kebutuhan Beras dan Minyak Goreng Melonjak

Medan Sekitarnya

Eks Bos Wilmar Terbukti Bersalah di Kasus Suap Hakim, Lolos dari Kasus TPPU

Medan Sekitarnya

Usut Kasus Suap di Bea Cukai, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Jatim-Jateng

Medan Sekitarnya

Jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Aek Kanopan Timur Gelar Salat Gerhana Bulan

Medan Sekitarnya

Konflik AS–Israel vs Iran, Warga Ramai Cicil Emas di Pegadaian