Medan (SIB)- Ratusan siswa Yayasan ST Thomas 3 Jalan Gatot Subroto Gang Banteng Medan, melakukan mogok belajar, Selasa (18/8). Aksi itu terkait dengan dana BOS dan uang OSIS yang belum terealisasi terhadap siswa.Seorang siswa EPZ, menjelaskan aksi mogok belajar tersebut dilakukan terkait dana Bantuan Orientasi Siswa (BOS) dan uang OSIS yang sudah tiga tahun belakangan ini tidak terealisasi terhadap para murid. "Dana BOS tidak pernah terealisasi, terus dana OSIS selalu minus padahal setiap siswa selalu dikutip Rp10 ribu per bulan," ungkapnya kepada SIB di halaman sekolah.Para siswa menduga, dana bantuan terhadap siswa itu telah disewelengkan oleh pihak sekolah. "Kami menduga memang seperti itu," terangnya.Selama ini, aksi mogok belajar sebenarnya sudah lama akan dilakukan. "Sudah lama kami curiga dengan hal seperti ini, tapi baru kali ini kami berani melakukan," ujarnya.Sementara itu, seorang siswi lainnya AJ, mengungkapkan, sebelum melakukan mogok belajar, para siswa kelas X-XII telah menyampaikan tuntutan tersebut ke Yayasan Budi Murni-I Jalan Timor Medan. "Tadi pagi kami telah mendatangi Ketua Yayasan Budi Murni dan kami telah menyampaikan seluruh aspirasi kami. Selaku Ketua Yayasan Budi Murni-I Romo Toto SJ mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi kami. Setelah itu kami kembali lagi ke sekolah," jelasnya.Setelah hampir 6 jam melakukan mogok belajar di halaman sekolah, para siswa kembali masuk ke ruangan. "Tadi perwakilan siswa dan guru telah bertemu untuk membicarakan masalah itu. Dan rencana aspirasi kami akan disampaikan kepada kepala sekolah," terang SJ.Para siswa itu berharap agar dana tersebut dapat terealisasi kepada seluruh siswa. "Ya kami barharap agar transparan dan teralisasi," pungkasnya.Sementara itu, ketika akan mengkonfirmasi tuntutan para siswa itu, wartawan SIB dihampiri oleh seorang guru yang mengaku bernama Erwin. Guru tersebut mengatakan konfirmasinya besok saja."Besok saja bang konfirmasinya, bapak lagi sibuk lagi ada tamunya," cetus pria yang memakai baju kemeja bermotif batik itu.Setelah ditunggu beberapa menit, kepala sekolah yang diketahui bernama Michael Ginting keluar dari ruangnya. Namun sayang, ketika akan disambangi, pria yang memakai baju safari itu enggan memberi komentar."Nanti dulu, saya lagi sibuk lagi ada tamu," cetusnya sambil meninggalkan wartawan. (Dik-SPS/k)